BerandaBeritaFasilitas Pasar Baru Dinilai Syarat Masalah, Aktivis Soroti Kinerja Kadis Perindag: Becek,...
CSS Marquee Effect Example

SELAMAT DATANG DI WEBSITE BERITA GARISDATA.COM IKUTI KAMI UNTUK MENGETAHUI PERKEMBANGAN BERITA DAERAH ANDA

Form Iklan
Form Iklan

Fasilitas Pasar Baru Dinilai Syarat Masalah, Aktivis Soroti Kinerja Kadis Perindag: Becek, Kumuh, hingga Dugaan Listrik Ilegal

Mandailing Natal | Garisdata.com – Keberadaan Pasar Baru Panyabungan kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah aktivis pemuda menilai fasilitas pasar yang dibangun untuk menunjang aktivitas perdagangan tersebut masih menyisakan berbagai persoalan mendasar yang hingga kini belum mendapat penyelesaian maksimal dari pihak terkait.

Permasalahan yang dikeluhkan masyarakat di antaranya kondisi pasar yang dinilai kumuh, lingkungan yang becek, saluran air limbah yang tidak tertata, hingga persoalan kelistrikan yang belakangan menjadi perhatian aparat penegak hukum, yang sampai saat ini masih ber proses hukum di Polres Madina.

Aktivis pemuda menilai kondisi tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan dan pengelolaan pasar oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Mandailing Natal. Padahal, Pasar Baru Panyabungan merupakan salah satu pusat ekonomi masyarakat yang seharusnya didukung dengan fasilitas yang layak, bersih, aman dan nyaman, tutur Pajar.

Selain persoalan kebersihan dan infrastruktur, para aktivis juga mempertanyakan kejelasan pengelolaan los pasar, termasuk ukuran los yang disediakan, sistem penyewaan, serta fasilitas pendukung yang dianggap belum sesuai harapan para pedagang. Berdasarkan data pemerintah daerah, pembangunan sekitar 700 unit los dengan ukuran 2 x 2 meter dilakukan untuk menampung pedagang yang selama ini berjualan di luar area pasar.

Sorotan semakin menguat setelah muncul dugaan penyimpangan dalam pengelolaan listrik kios Pasar Baru Panyabungan. Kasus tersebut bahkan telah masuk dalam proses penyelidikan aparat penegak hukum setelah adanya laporan dari kelompok masyarakat dan aktivis. Dugaan yang mencuat antara lain terkait pemasangan instalasi listrik yang diduga tidak resmi serta mekanisme penjualan token listrik kepada para pedagang.

Aktivis pemuda meminta Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan Pasar Baru Panyabungan. Mereka menilai persoalan yang terjadi tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kenyamanan pedagang dan masyarakat yang beraktivitas setiap hari di kawasan pasar tersebut.

Mereka juga meminta Bupati Mandailing Natal untuk memanggil pihak vendor pembangunan los pasar serta meminta penjelasan dari Dinas Perdagangan terkait berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dan di publikasikan ke publik apa hasil dari pemanggilan tersebut Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh fasilitas yang dibangun benar-benar layak digunakan dan sesuai dengan kebutuhan pedagang.

Menurut para aktivis, pasar modern tidak hanya diukur dari jumlah bangunan atau los yang tersedia, tetapi juga dari kualitas pengelolaan lingkungan, kebersihan, sistem drainase, pengelolaan limbah, keamanan listrik, serta transparansi dalam pengelolaan aset dan retribusi pasar.

“Jangan sampai pasar yang dibangun dengan tujuan meningkatkan perekonomian masyarakat dan supaya tertata rapi dan tidak kumuh justru menimbulkan persoalan baru. Pemerintah harus hadir memberikan solusi dan memastikan seluruh fasilitas berfungsi sebagaimana mestinya,” ujar Pajar aktivis pemuda.

Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menjawab berbagai persoalan yang selama ini menjadi keluhan para pedagang di Pasar Baru Panyabungan. Dengan perbaikan yang menyeluruh, pasar diharapkan dapat menjadi pusat perdagangan yang bersih, tertata, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

(TIM)

Form Iklan Form Iklan
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Dukung Kami Di Google

Klik Disini

spot_img
spot_img
Example

PASANGKAN IKLAN ANDA

Hubungi Kami

spot_img

Most Popular