BerandaBeritaLautan Obor Terangi Singengu, Semangat Hijrah dan Persatuan Warga Menggema di Malam...
CSS Marquee Effect Example

SELAMAT DATANG DI WEBSITE BERITA GARISDATA.COM IKUTI KAMI UNTUK MENGETAHUI PERKEMBANGAN BERITA DAERAH ANDA

Form Iklan
Form Iklan

Lautan Obor Terangi Singengu, Semangat Hijrah dan Persatuan Warga Menggema di Malam 1 Muharram 1448 H

KOTANOPAN | Garisdata.com – Suasana malam pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Desa Singengu, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, berlangsung semarak dan penuh makna. Ribuan cahaya obor yang dibawa masyarakat menyala menerangi jalan-jalan desa dalam kegiatan Pawai Obor yang digelar pada Selasa malam (16/6/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Bagas Godang Desa Singengu tersebut menjadi momentum kebersamaan seluruh lapisan masyarakat dalam menyambut tahun baru Hijriah. Dengan tertib dan penuh khidmat, peserta berjalan mengelilingi desa hingga ke tepi jalan raya sambil melantunkan selawat, takbir, dan doa bersama.
Pawai obor tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga simbol semangat hijrah, persatuan, dan kuatnya nilai-nilai keagamaan yang masih terjaga di tengah masyarakat. Antusiasme warga terlihat dari tingginya partisipasi peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, pemuda, tokoh masyarakat, hingga kaum ibu.
Gemerlap cahaya obor yang menerangi malam menciptakan pemandangan yang memukau sekaligus menggambarkan harapan agar semangat hijrah terus menyala dalam kehidupan masyarakat. Semangat tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan ke arah yang lebih baik, memperkuat persaudaraan, dan menciptakan lingkungan yang harmonis.
Kepala Desa Singengu, Julu Maraginda, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas partisipasi masyarakat yang begitu tinggi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga melihat semangat masyarakat Desa Singengu pada malam 1 Muharram ini. Anak-anak, pemuda, tokoh masyarakat hingga kaum ibu bersatu dalam satu langkah menyemarakkan syiar Islam. Ini membuktikan bahwa nilai gotong royong, persaudaraan, dan kecintaan terhadap ajaran agama masih tumbuh subur di tengah masyarakat kita,” ujarnya.
Menurutnya, Tahun Baru Islam harus dimaknai sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri sekaligus memperkuat persatuan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Ia mengajak seluruh warga menjadikan semangat hijrah sebagai landasan untuk meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat, mempererat silaturahmi, menjaga keamanan lingkungan, serta bersama-sama membangun Desa Singengu menjadi desa yang religius, damai, dan sejahtera.
“Atas nama Pemerintah Desa Singengu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dan menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Semoga Tahun Baru Islam 1448 Hijriah membawa keberkahan, kesehatan, kedamaian, serta rezeki yang melimpah bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.
Pawai Obor 1 Muharram 1448 Hijriah di Desa Singengu menjadi bukti bahwa tradisi keagamaan mampu menjadi perekat sosial yang kuat. Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Desa Singengu menunjukkan bahwa nilai persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap syiar Islam tetap hidup dan terus menyala, sebagaimana cahaya obor yang menerangi malam pergantian tahun Hijriah.
(TIM/HPL)

Form Iklan Form Iklan
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Dukung Kami Di Google

Klik Disini

spot_img
spot_img
Example

PASANGKAN IKLAN ANDA

Hubungi Kami

spot_img

Most Popular