Mandailing Natal | Garisdata.com – Kerusakan badan jalan di sekitar jembatan Desa Manyabar, Kabupaten Mandailing Natal, kini semakin mengkhawatirkan. Jalan yang tergerus aliran air mengalami amblas dan berpotensi mengganggu akses utama masyarakat.
Kondisi tersebut terlihat dari bagian tepi jalan yang telah terkikis hingga membentuk area rawan dan membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Naposo Nauli Bulung Desa Manyabar melalui perwakilannya, Alfin Sahani, menilai kondisi tersebut sudah membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Kami melihat kondisi ini tidak bisa dianggap biasa. Selain menyangkut akses masyarakat, ini juga berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Ia menyampaikan harapan agar pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret dan terukur dalam menangani kerusakan tersebut.
“Kami berharap ada respons yang cepat dan tepat, sehingga kondisi ini tidak terus memburuk,” lanjutnya.
Alfin juga menekankan pentingnya penanganan yang bersifat jangka panjang agar persoalan serupa tidak terus berulang.
“Perbaikan permanen menjadi harapan kami, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” tegasnya.
Kerusakan ini diduga dipicu oleh aliran air yang terus menggerus badan jalan tanpa sistem pengendalian yang optimal. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi memperparah kerusakan hingga mengancam putusnya akses jalan.
Naposo Nauli Bulung Desa Manyabar menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh berlarut-larut tanpa kepastian penanganan. Diperlukan langkah nyata dan terukur dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dalam waktu dekat, agar risiko yang ada tidak berkembang menjadi dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
(TIM /HPL)


