Mandailing Natal | garisdata.com — Ikatan Mahasiswa Ranto Baek (IMRB) menyampaikan apresiasi terhadap gerak cepat Danramil dan Camat Pantai Barat dalam menangani kerusakan jalan melalui perbaikan swadaya bersama masyarakat.
Langkah sigap tersebut dinilai sebagai bentuk kepemimpinan yang responsif, di mana aparat turun langsung ke lapangan, mengerahkan alat berat, serta melibatkan partisipasi warga untuk memastikan akses jalan kembali dapat dilalui.
Ketua IMRB, Ahmad Afandi Nasution, menyebut tindakan tersebut sebagai bukti nyata bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam kondisi infrastruktur yang berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari.
“Ini langkah konkret yang patut diapresiasi. Dalam situasi mendesak, masyarakat membutuhkan aksi nyata, dan itu telah ditunjukkan oleh Danramil dan Camat Pantai Barat,” ujarnya.
Menurut IMRB, kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam perbaikan swadaya ini menjadi contoh kuat bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah, khususnya di wilayah Pantai Barat.
Meski demikian, IMRB menegaskan bahwa upaya tersebut hanya bersifat sementara. Kerusakan jalan yang terjadi membutuhkan penanganan lebih serius dan berkelanjutan dari pemerintah yang berwenang.
Untuk itu, IMRB mendesak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar segera turun tangan melakukan perbaikan permanen terhadap ruas jalan tersebut. Mengingat jalur ini merupakan akses vital yang menunjang mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di kawasan Pantai Barat, penanganan yang cepat dan tepat dinilai sangat mendesak.
IMRB berharap, gerak cepat yang telah dilakukan di tingkat lokal dapat menjadi pemicu bagi pemerintah provinsi untuk segera merealisasikan pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan.
Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan berbagai persoalan di daerah dapat ditangani secara efektif serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
- (TIM/HPL)






