Medan | Garisdata.com – Aliansi Mahasiswa Pemuda Sumatera Utara Berkah yang terdiri dari Komandan Madina (Koalisi Mahasiswa Pemuda Mandailing Natal), JMI (Jaringan Mahasiswa Indonesia), dan Gempet SU (Gerakan Mahasiswa Transparan Sumut) kembali menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Provinsi Sumatera Utara, Kamis (4/6/2026).
Aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi terkait maraknya aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal yang dinilai masih berlangsung di sejumlah wilayah Kecamatan dan berdampak terhadap kerusakan lingkungan, keselamatan masyarakat, serta menurunnya kepercayaan publik terhadap pengawasan sektor pertambangan.
Dalam orasinya, perwakilan massa aksi Rahmat Ritonga menyampaikan bahwa pemerintah dan instansi terkait tidak boleh membiarkan persoalan PETI terus berlangsung tanpa adanya langkah konkret. Menurutnya, aktivitas PETI yang terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Mandailing Natal telah menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian dan penanganan segera.
“Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Mandailing Natal. Persoalan PETI bukan lagi persoalan biasa. Oleh karena itu, kami mendesak Dinas Perindag ESDM Sumut agar menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal dan tidak tinggal diam terhadap aktivitas PETI yang terus berlangsung,” tegas Rahmat dalam orasinya.
Aliansi Mahasiswa Pemuda Sumatera Utara Berkah mendesak Dinas Perindag ESDM Provinsi Sumatera Utara untuk segera melakukan pengawasan menyeluruh, turun langsung ke lapangan, serta berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Aparat Penegak Hukum, dan instansi terkait lainnya guna memperkuat dan mendorong penertiban aktivitas PETI di Kabupaten Mandailing Natal.
Selain itu, massa aksi juga meminta Dinas Perindag ESDM Sumut segera menyampaikan rekomendasi resmi kepada pemerintah pusat guna memperkuat pengawasan dan penertiban aktivitas pertambangan tanpa izin di Kabupaten Mandailing Natal.
Massa aksi juga meminta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut apabila fungsi pengawasan terhadap sektor pertambangan tidak berjalan secara optimal dan aktivitas PETI terus berlangsung tanpa adanya langkah konkret dari instansi terkait.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Dinas Perindag ESDM Sumut yang dijumpai massa aksi, Kabid bermarga Siregar, menerima aspirasi yang disampaikan dan menyatakan bahwa seluruh tuntutan serta aspirasi dari massa aksi akan ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme dan kewenangan yang berlaku.
Aliansi Mahasiswa Pemuda Sumatera Utara Berkah diketahui terdiri dari Komandan Madina yang dipimpin Robi Nasution, JMI yang dipimpin Ahmad Ridwan Dalimunte, serta Gempet SU yang dipimpin Rahmat Ritonga. Ketiga organisasi tersebut menyatakan komitmennya untuk terus mengawal persoalan PETI di Kabupaten Mandailing Natal hingga adanya langkah nyata dari pemerintah dan instansi terkait.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Massa aksi menegaskan akan terus menyampaikan aspirasi secara konstitusional sampai adanya langkah konkret dan kepastian pengawasan terhadap aktivitas PETI di Kabupaten Mandailing Natal.
(TIM)




