BerandaArtikelHaris Kritik Keras MBG: “Lebih Banyak Untungkan Pengusaha Dapur daripada Menjawab Kebutuhan...
CSS Marquee Effect Example

SELAMAT DATANG DI WEBSITE BERITA GARISDATA.COM IKUTI KAMI UNTUK MENGETAHUI PERKEMBANGAN BERITA DAERAH ANDA

Form Iklan
Form Iklan

Haris Kritik Keras MBG: “Lebih Banyak Untungkan Pengusaha Dapur daripada Menjawab Kebutuhan Pendidikan”

Batam, Kepulauan Riau, garisdata.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan tajam di Kota Batam. Setelah sebelumnya menuai perhatian lewat aksi mahasiswa, kini kritik datang dari penggiat sosial Haris yang mempertanyakan efektivitas, ketepatan sasaran, hingga transparansi anggaran program tersebut, 24/6-2026.

Menurut Haris, kemunculan kelompok yang mengatasnamakan relawan untuk menolak evaluasi justru membuka ruang diskusi lebih luas. Ia mempertanyakan apakah program ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat atau hanya menguntungkan pihak tertentu.

“Yang menjadi pertanyaan mendasar, apa manfaat paling nyata dari MBG? Apakah benar menyentuh kebutuhan paling mendesak atau sekadar proyek yang dibagi ke kelompok tertentu?” tegasnya, Sabtu (20/6/2026).

Haris mendesak pemerintah membuka data kepemilikan dan pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara terbuka. Ia juga mempertanyakan penggunaan istilah “relawan” jika tenaga di dapur menerima upah tetap setiap bulan.

Dari sisi sasaran, ia menilai pemberian makanan ke seluruh siswa tanpa melihat kondisi ekonomi dan status kesehatan perlu dikaji ulang. Jika tujuannya mencegah stunting, pendataan harus menjadi dasar utama.

Terkait anggaran yang disebutkan mencapai Rp15.000 per porsi, Haris berpendapat jika dibeli secara grosir biayanya hanya sekitar Rp7.000. “Di mana selisihnya digunakan? Ini harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia juga membandingkan dengan kondisi guru honorer yang kesejahteraannya masih terabaikan, meski tetap mengajar meski haknya sering terlambat. Sementara itu, beberapa dapur MBG sempat berhenti beroperasi akibat kendala pencairan dana.

Haris menegaskan program sebesar ini tidak boleh kebal pengawasan. “Pemerintah harus berani membuka data dan menerima kritik agar manfaatnya benar-benar terasa bagi masyarakat,” pungkasnya, ( Hendra)

Form Iklan Form Iklan
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Dukung Kami Di Google

Klik Disini

spot_img
spot_img
Example

PASANGKAN IKLAN ANDA

Hubungi Kami

spot_img

Most Popular