Batam, Kepulauan riau, garisdata.com – Kasus dugaan kelalaian dalam pelayanan medis kembali mencuat di Kota Batam. Seorang pasien dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya dipulangkan dari RS Budi Kemuliaan dalam kondisi belum sadar, dan diduga tidak mendapatkan penanganan intensif segera saat dibawa kembali ke rumah sakit tersebut, 23 /06-2026.
Berdasarkan keterangan keluarga, pasien pertama kali dirawat di RS Budi Kemuliaan sejak 16 Juni 2026. Setelah beberapa hari perawatan, pasien diperbolehkan pulang pada hari Sabtu, meski menurut keluarga kondisinya belum sadar sepenuhnya dan masih menggunakan kateter. Keluarga sempat menyampaikan keberatan, namun keputusan pulang tetap diberlakukan hingga hari Minggu.
Sesampainya di rumah, kondisi pasien justru memburuk. Pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, pasien kembali dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Keluarga menyebutkan penanganan intensif baru dimulai sekitar pukul 17.30 WIB, dan beberapa jam kemudian tepatnya pukul 20.00 WIB, pasien dinyatakan meninggal dunia.
Mendapatkan laporan ini, anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Ruslan Sinaga, mendampingi keluarga mendatangi rumah sakit pada Selasa (23/6/2026) untuk meminta penjelasan. Dalam pertemuan itu, Ruslan mempertanyakan dasar pertimbangan medis pemulangan pasien dan keterlambatan penanganan saat pasien kembali masuk.
“Kalau pasien belum sadar, apa dasar medisnya boleh dipulangkan? Lalu saat kondisinya kritis, kenapa tidak langsung ditangani di ruang rawat intensif? Ini menyangkut nyawa, bukan soal administrasi semata,” tegas Ruslan.
Ia juga menyoroti adanya ketidaksesuaian keterangan serta informasi bahwa konsultasi dokter spesialis hanya dilakukan lewat telepon. Ia berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas. “Jika terbukti ada kelalaian, pertanggungjawaban hukum harus ditegakkan,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RS Budi Kemuliaan belum memberikan tanggapan resmi. Keluarga berharap ada investigasi menyeluruh agar kebenaran terungkap dan keadilan terpenuhi, ( Hendra)




