Mandailing Natal, Garisdata.com – Agenda Reses Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Teguh Wahyudi Hasahatan Nst, SH, MH, di Desa Panggautan, Kecamatan Natal, Minggu (17/05/2026), menjadi ajang pembuktian buruknya pelayanan energi di wilayah tersebut. Di hadapan legislator dan manajemen PLN, warga menumpahkan kekesalan karena banyak peralatan elektronik rumah tangga mereka yang rusak total akibat tegangan arus listrik yang tidak stabil.
‎
Keluhan itu mencuat dalam Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025/2026 yang digelar di halaman Balai Desa Panggautan. Selain dihadiri ratusan warga, tokoh masyarakat, dan perangkat desa, reses ini sengaja menghadirkan pihak Manajemen PLN ULP Natal agar bisa mendengar langsung jeritan konsumen di akar rumput.
‎
‎Sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi atas kehadiran masyarakat, Teguh Wahyudi juga membagikan paket sembako kepada seluruh peserta reses yang hadir. Paket yang dibagikan tersebut berisi 1 kg gula pasir, 1 liter minyak goreng, dan 1 kotak teh celup untuk membantu memenuhi kebutuhan dapur warga.
‎
‎pada saat sesi tanya jawab, sejumlah warga mengadukan kondisi krisis listrik yang sudah menahun. Selain pemadaman mendadak (biarpet), masalah utama yang dihadapi adalah tegangan arus yang sangat rendah dan tidak stabil secara terus-menerus.
‎
Akibat ketidakstabilan arus tersebut, warga mengaku mengalami kerugian materi yang tidak sedikit. Banyak peralatan listrik rumah tangga, mulai dari lampu, televisi, kulkas, hingga mesin pompa air milik warga mengalami kerusakan fatal. Warga mendesak PLN untuk segera mengambil tindakan konkret dan tidak membiarkan kerugian masyarakat terus berlanjut.
‎
Merespons keluhan langsung dari pelanggan, pihak Manajemen PLN ULP Natal yang hadir memberikan penjelasan teknis. Pihak PLN mengakui adanya kendala penurunan tegangan arus (drop voltage) di wilayah Kecamatan Natal dan sekitarnya.
‎
Menurut perwakilan PLN, solusi jangka panjang untuk mengatasi ketidakstabilan arus dan pemadaman ini adalah dengan melakukan peningkatan infrastruktur kelistrikan skala besar. Pihak PLN menyatakan bahwa wilayah tersebut sangat membutuhkan pembangunan Gardu Induk (GI) baru serta penambahan jaringan tower transmisi guna menyuplai daya yang stabil dan mencukupi ke rumah-rumah warga.
‎
Mendengar perdebatan teknis tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Madina, Teguh Wahyudi, langsung mengambil sikap tegas. Politisi PDI Perjuangan yang juga duduk di Badan Anggaran (Banggar) ini berkomitmen untuk membawa masalah ini ke tingkat pengambilan kebijakan yang lebih tinggi.
‎
“Keluhan warga soal kerusakan barang elektronik ini adalah bukti nyata bahwa masalah listrik di Natal sudah sangat darurat. Karena PLN menjelaskan solusinya adalah pembangunan Gardu Induk dan tower, maka selaku perwakilan rakyat, saya akan mengawal aspirasi ini agar menjadi prioritas pembahasan, baik di tingkat kabupaten hingga mendorongnya ke pemerintah pusat dan PLN wilayah,” tegas Teguh.
‎
Selain masalah listrik, dalam reses tersebut Teguh juga mencatat keluhan warga terkait pelayanan rujukan RSUD Husni Thamrin, masalah banjir tahunan di Desa Panggautan, serta permohonan pembangunan jalan penghubung antar-desa dan Ruang Kelas Baru (RKB) SD Negeri 364 Panggautan.(**)
SELAMAT DATANG DI WEBSITE BERITA GARISDATA.COM IKUTI KAMI UNTUK MENGETAHUI PERKEMBANGAN BERITA DAERAH ANDA



