
Batam, Kepualauan riau, garisdata.com – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran di Lingkungan Perumahan dan Pemukiman Kota Batam”. Acara berlangsung di ruang pertemuan dan area terbuka Hotel Pacific, dihadiri oleh 200 orang pengurus RT, RW, serta perwakilan pengelola perumahan dari berbagai wilayah se-Kota Batam. (Kamis, 18/06-2026)

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batam, Hendriana Gustini, S.Sos., CGCAE, dalam sambutannya menegaskan semangat pengabdian yang menjadi pedoman kerja seluruh jajarannya:
“Kami memegang teguh prinsip: Pantang pulang Sebelum Padam, walapun nyawa TARUHANNYA. Di mana pun lokasi kebakaran terjadi, seberat apa pun medan yang dihadapi, bahkan sekalipun nyawa menjadi taruhannya, kami tidak akan berhenti sebelum api benar-benar dapat dikendalikan dan situasi menjadi aman bagi warga,” tegasnya.

“RT dan RW adalah garda terdepan di wilayahnya masing-masing. Mereka yang paling memahami kondisi lingkungan, jalur akses, dan letak sumber air. Tindakan yang cepat dan tepat sejak awal dapat mencegah kerugian yang jauh lebih besar,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kadis juga menghimbau agar seluruh RT dan RW menyampaikan kepada warga untuk menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap rumah, sebagai langkah awal mengantisipasi kebakaran skala kecil.
Setelah sesi penyampaian materi teori, kegiatan berlanjut ke simulasi penanggulangan kebakaran di lapangan. Momen ini menjadi istimewa karena Ibu Hendriana Gustini turun langsung ke lokasi praktik, mendampingi dan mengawasi jalannya simulasi dari dekat.
Beliau tidak hanya mengamati, tetapi juga memberikan arahan langsung kepada peserta, memastikan setiap langkah yang dipraktikkan benar dan mudah diterapkan di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Dalam sesi ini, peserta diajak mempraktikkan cara mengenali sumber bahaya, teknik memadamkan api menggunakan APAR, penggunaan selang air sederhana, hingga prosedur evakuasi yang aman dan tertib.
Ditemani instruktur dari jajaran Damkar, Ibu Kadis juga ikut menjelaskan kesalahan yang sering terjadi saat menghadapi kebakaran dan cara mengatasinya dengan tenang. Peserta terlihat antusias mencoba langsung peralatan yang disediakan, bertanya mengenai kendala yang sering dihadapi, dan memastikan ilmu yang didapat dapat segera digunakan.
Sebagai bentuk apresiasi atas keikutsertaan dan komitmen menjaga keamanan lingkungan, Ibu Kadis secara langsung menyerahkan sertifikat partisipasi kepada seluruh 200 orang peserta yang hadir. Sertifikat ini diharapkan menjadi bukti sekaligus semangat untuk menerapkan semua materi yang telah dipelajari.
Diharapkan melalui kegiatan yang menyeluruh dan didampingi langsung oleh pimpinan ini, tercipta sinergi yang kuat antara petugas Damkar dan masyarakat, sehingga Kota Batam semakin tangguh dan aman dari ancaman bahaya kebakaran, ( Hendra)




