Sabtu, Mei 9, 2026
Form Iklan
BerandaArtikelProyek Penimbunan Lahan di Batu Aji Menuai Protes Warga: Jalan Berlumpur, Licin,...
CSS Marquee Effect Example

SELAMAT DATANG DI WEBSITE BERITA GARISDATA.COM IKUTI KAMI UNTUK MENGETAHUI PERKEMBANGAN BERITA DAERAH ANDA

Form Iklan
Form Iklan

Proyek Penimbunan Lahan di Batu Aji Menuai Protes Warga: Jalan Berlumpur, Licin, dan Mengancam Keselamatan

Batam, kepulauan Riau, garisdata.com – Kegiatan penimbunan lahan di kawasan Perumahan Rosinton Raya, RW 07, Kecamatan Batu Aji, menjadi sumber perselisihan dan keluhan keras warga sekitar. Aktivitas pengangkutan tanah menggunakan kendaraan berat dan truk lori yang melintas di jalan pemukiman dinilai sangat mengganggu, membuat akses jalan kotor, berlumpur, dan berisiko menyebabkan kecelakaan, apalagi di tengah musim hujan yang sedang berlangsung, jum’at 8 Mei 2026

 

Ketegangan memuncak hingga memicu adu argumen antara perangkat lingkungan, warga, dan pengemudi truk. Salah satu insiden panas terjadi saat Ketua RT 04 Perumahan Suka Maju bersitegang dengan pengemudi truk yang hendak menuju lokasi proyek. Warga dengan tegas menolak jalan lingkungan dijadikan rute utama kendaraan besar, karena material tanah yang diangkut sering berjatuhan dan meninggalkan jejak lumpur di sepanjang jalan.

 

Tim media yang meninjau lokasi langsung memantau kondisi jalan yang berubah drastis. Permukaan aspal yang seharusnya bersih kini tertutup lapisan tanah berwarna kuning, menjadi licin dan becek setiap kali turun hujan. Kondisi ini sangat merugikan pejalan kaki, pengendara sepeda motor, maupun pengguna kendaraan pribadi lainnya yang harus ekstra hati-hati melintas demi menghindari bahaya.

 

“Warga saya pada komplain semua. Jalan-jalan jadi berlumpur, kotor, dan sangat licin apalagi sekarang musim hujan. Ini sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan kami,” ungkap Ketua RT 04, Dedi Manurung, dengan nada kekecewaan saat dikonfirmasi di lokasi.

 

Sebagai bentuk protes, warga dan perangkat lingkungan menutup akses bagi sejumlah truk yang hendak masuk ke kawasan perumahan. Kendaraan besar tersebut terpaksa berputar balik, sebagai peringatan tegas agar pelaksana proyek segera mendengar aspirasi warga dan mencari solusi tanpa merugikan masyarakat sekitar.

 

Dampak buruk tidak hanya dirasakan di jalan lingkungan, namun juga meluas hingga ke jalan raya utama di sekitar pemukiman. Tampilan lingkungan pun terlihat kumuh karena lapisan tanah yang menutupi aspal. Warga dan perangkat setempat pun meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam segera turun tangan melakukan pemantauan dan penindakan.

 

Masyarakat menuntut pihak berwenang meneliti kelayakan proyek ini, mulai dari keabsahan izin operasional, penentuan rute pengangkutan yang tepat, hingga langkah pengendalian dampak lingkungan. Warga juga menegaskan pelaksana proyek wajib bertanggung jawab membersihkan jalan yang sudah kotor serta mengubah cara kerja agar tidak lagi merusak fasilitas umum dan membahayakan warga. Hingga berita ini diturunkan, ketegangan masih terasa dan warga berkomitmen terus mengawal masalah ini demi hak mereka atas lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman.(Tim)

Form Iklan Form Iklan
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Dukung Kami Di Google

Klik Disini

Example

PASANGKAN IKLAN ANDA

Hubungi Kami

spot_img
spot_img

Most Popular

error: Content is protected !!