Mandailing Natal | Garisdata.com — Pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) resmi dikukuhkan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Rindang, Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan, Sabtu (24/10/2026).
Dalam kepengurusan tersebut, Edi Anwar Nasution dipercaya sebagai Ketua DPC PKB Madina, Miftahul Falah sebagai sekretaris, dan Muslim Pulungan sebagai bendahara.
Pengukuhan ini menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal partai sekaligus menegaskan komitmen kepengurusan baru dalam membangun struktur organisasi yang solid, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mempersiapkan langkah politik menghadapi Pemilu 2029.
Ketua DPC PKB Madina, Edi Anwar Nasution, dalam sambutannya menyampaikan tiga komitmen utama yang akan menjadi arah kerja kepengurusan ke depan, yakni memperkuat struktur partai hingga tingkat desa, menjadikan kantor DPC sebagai rumah aspirasi masyarakat, serta menargetkan kemenangan pada Pemilu 2029.
Perkuat Struktur hingga Tingkat Desa
Edi menegaskan, konsolidasi organisasi akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tingkat DPC, Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC), hingga kepengurusan ranting di desa dan kelurahan.
Menurutnya, kepengurusan DPAC di 23 kecamatan telah rampung. Selanjutnya, DPC PKB Madina menargetkan pembentukan seluruh ranting dapat diselesaikan dalam dua bulan ke depan.
“Dari 404 desa/kelurahan, kita wajibkan harus ada ranting PKB. PKB harus hadir sampai ke pelosok,” tegasnya.
Ia berharap, penguatan struktur tersebut dapat memperluas jangkauan organisasi sekaligus mendekatkan PKB dengan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Mandailing Natal.
Kantor DPC sebagai Rumah Aspirasi Rakyat
Selain penguatan struktur, Edi juga menekankan pentingnya menjadikan kantor DPC PKB Madina sebagai rumah aspirasi yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, kantor partai tidak boleh hanya menjadi tempat berkumpulnya kader, tetapi juga harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, mengadukan persoalan, dan mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi.
“Saya instruksikan, kantor DPC PKB ini pintunya terbuka 24 jam. Bukan hanya untuk kader, tetapi untuk para petani, emak-emak UMKM, dan anak muda. PKB tidak boleh jadi partai menara gading. PKB harus jadi rumah pengaduan rakyat,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan partai politik harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui pendampingan terhadap persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi warga.
Targetkan Kemenangan Bermartabat pada Pemilu 2029
Dalam menghadapi Pemilu 2029, Edi menyatakan bahwa DPC PKB Madina memiliki target untuk menjadikan PKB sebagai partai pemenang di Kabupaten Mandailing Natal.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa target politik tersebut harus diperjuangkan melalui kerja nyata, pendekatan yang santun, serta persaingan yang sehat tanpa menyebarkan fitnah maupun kebencian.
“Target kita jelas dan terukur: PKB harus menjadi partai pemenang di Mandailing Natal pada Pemilu 2029. Tapi menang dengan cara yang bermartabat. Tanpa fitnah, tanpa menebar kebencian. Kita menang dengan kerja nyata, dengan bukti, bukan dengan janji,” ungkapnya.
Menurut Edi, kemenangan politik harus dibangun melalui kepercayaan masyarakat. Karena itu, seluruh pengurus diharapkan mampu menjalankan tugas organisasi secara konsisten dan menjadikan kepentingan rakyat sebagai bagian utama dari perjuangan partai.
Tiga komitmen tersebut diharapkan menjadi landasan bagi kepengurusan DPC PKB Madina dalam memperkuat organisasi, membangun kedekatan dengan masyarakat, dan mempersiapkan strategi politik menuju Pemilu 2029.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru ini, DPC PKB Madina diharapkan tidak hanya memperkuat konsolidasi internal, tetapi juga mampu menerjemahkan komitmen organisasi ke dalam program-program konkret yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Mandailing Natal.
(TIM/SR)




