garisdata com (Madina) – Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Giji Nasional (BGN) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut , memilih bungkam dan menutup diri dari kejaran awak media terkait persoalan operasional di wilayah kerjanya. Sikap tidak kooperatif ini juga mencuat setelah sejumlah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang menjabat sebagai kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dikonfirmasi mengenai korwil BGN dan Kantornya , alih-alih memberikan jawaban, namun bungkam juga. Rabu, (19/08/2026)
Keadaan diperparah dengan kondisi kantor Korwil BGN yang misterius dan tidak diketahui keberadaannya. Hal ini menyulitkan tim media dan instansi terkait untuk melakukan koordinasi, konfirmasi tatap muka, maupun fungsi kontrol sosial.

Tim media yang tergabung berulangKali diabaikan. Gabungan tim media dari berbagai pers telah berulang kali mencoba menghubungi Korwil BGN Madina, baik melalui sambungan telepon, pesan digital, maupun upaya pertemuan langsung. Namun, pejabat yang bersangkutan tetap memilih bungkam dan enggan memberikan klarifikasi apa pun.
Sebelumnya, tim konfirmasi by WhatsApp tentang MBG yang berulat, adanya dapur MBG yang tidak beroperasi namun itu tak mendapatkan jawabannya. Dugaan adanya juga SPPI yang memblokir nomor jurnalis.
Sikap tertutup ini dinilai melanggar komitmen keterbukaan informasi yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Pejabat publik seharusnya responsif terhadap pertanyaan jurnalis yang menjalankan amanat UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers demi transparansi konsumsi publik.
Para pencari informasi dan elemen masyarakat yang hendak mengurus administrasi kedinasan akan mengeluhkan tidak adanya papan nama instansi yang jelas maupun aktivitas perkantoran resmi yang dapat diakses oleh publik juga para jurnalis.
Sementara kadis Kominfo Madina Syail Lubis dikonfirmasi mengatakan kantor BGN itu di salah satu SPPG.
“Setahu saya sampai saat ini Korwil masih berkantor di Salah satu SPPG. Dikarenakan kantor semula yang disediakan sudah tidak mumpuni lagi untuk beberapa personil yaitu di salah satu ruangan di Bapperida. Tapi kemaren BGN Korwil Madina mengusulkan pengganti ruang kerja lalu disediakan di Gedung Bagas Godang, tetapi mereka juga belum menggunakannya” terangnya
Disampaikannya juga untuk menghubungi korwil BGN langsung. Padahal tim media yang tergabung sudah berulang kali konfirmasi dan mengajak korwil untuk konfirmasi langsung namun tidak ada respon.
Hingga berita ini ditayangkan, tim media masih terus berupaya melacak keberadaan fisik kantor Korwil BGN Madina. (Bakty)




