Batam, Kepulauan Riau, garisdata.com – Janji manis sering kali terdengar di musim kampanye, namun sangat sedikit yang benar-benar dibuktikan dengan kerja nyata. Hal itulah yang ingin ditunjukkan oleh Dr. Tengku Afrizal Dachlan, M.M., Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kepulauan Riau, saat kembali hadir di tengah warga Perumahan Pesona Bukit Laguna Tahap 4, RT 03, RW 19, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sungai Beduk, Batam, Kepulauan Riau, pada Kamis (13/8/2026) malam.

Kehadirannya dalam agenda reses penjaringan aspirasi itu bukan tanpa alasan. Ia ingin memastikan langsung bahwa setiap suara yang pernah disampaikan warga Sungai Beduk tidak hanya sekadar masuk ke dalam catatan, tetapi benar-benar diperjuangkan dan diwujudkan menjadi manfaat nyata.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari jajaran Kelurahan Tanjung Piayu dan Kecamatan Sungai Beduk, Batam, Kepulauan Riau, beserta jajaran pengurus RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ratusan warga yang datang dengan penuh harapan. Tidak ada kesan kaku atau formalitas yang berlebihan; yang ada hanyalah obrolan tulus antara wakil rakyat dengan orang-orang yang telah memberikan amanah kepadanya.
Salah satu bukti nyata komitmen tersebut adalah telah terealisasinya pembangunan Balai Pertemuan Warga RT 03 perumahan pesona bukit laguna tahap 4 di Kelurahan Tanjung Piayu, Batam, Kepulauan Riau. Fasilitas yang merupakan hasil perjuangan program Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan ini menjadi saksi bisu bahwa aspirasi warga yang pernah disampaikan pada reses sebelumnya, tidaklah sia-sia.
Dalam sambutannya yang penuh rasa haru, Ketua RW 19 Bapak Rika Hendra Putra mewakili seluruh warga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia mengakui, sebelum adanya Balai Pertemuan ini, warga sering kali kesulitan mengadakan kegiatan bersama. Mulai dari pengajian, rapat warga, hingga kegiatan anak-anak, semuanya dilakukan serba terbatas. Kini, semua kesulitan itu perlahan sirna berganti dengan rasa syukur yang mendalam.
“Banyak yang datang berjanji saat kampanye, tapi sedikit yang kembali setelah terpilih untuk menepati janjinya. Hari ini, Bapak Dr. Tengku Afrizal Dachlan hadir kembali di tengah kami, bukan hanya untuk bicara, tapi untuk membuktikan bahwa suara kami benar-benar didengar dan diperjuangkan. Balai Pertemuan ini adalah bukti nyatanya. Atas nama warga RW 19, Tanjung Piayu, Batam, Kepulauan Riau, kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Semoga amanah ini terus dijaga,” ujar Rika dengan nada menahan haru, disambut tepuk tangan meriah yang menggema.
Mendengar pengakuan tulus dari Ketua RW tersebut, Dr. Tengku Afrizal Dachlan, M.M. mengakui bahwa kepercayaan rakyat adalah amanah terberat sekaligus termulia yang harus diemban. Ia menegaskan, reses yang dilakukan di Kecamatan Sungai Beduk, Batam, Kepulauan Riau ini bukanlah sekadar kewajiban prosedural, melainkan bukti keseriusan untuk tetap dekat dengan rakyat, mendengar keluh kesah terbaru, dan memastikan tidak ada satu pun aspirasi yang terabaikan.
“Saya selalu pegang prinsip: politik bukanlah soal janji, tapi soal bukti. Kalau hanya pandai berjanji, semua orang bisa. Tapi tidak semua orang sanggup menepatinya. Hari ini saya hadir kembali di Tanjung Piayu, Sungai Beduk, Batam, Kepulauan Riau, ingin mengatakan satu hal: suara Bapak Ibu semua adalah suara yang akan saya bawa ke DPRD Provinsi Kepulauan Riau, suara yang akan saya teriakkan di setiap sidang, dan suara yang akan saya perjuangkan sampai titik darah penghabisan. Balai Pertemuan ini adalah awal, bukan akhir. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Dan malam ini, saya siap mendengarkan kembali apa saja yang menjadi kebutuhan Bapak Ibu semua,” tegas Tengku Afrizal dengan mata yang memancarkan ketegasan, disambut sorak sorai warga yang hadir.
Kehadiran perwakilan Kelurahan Tanjung Piayu dan Kecamatan Sungai Beduk, Batam, Kepulauan Riau dalam kesempatan itu juga memperkuat sinergi tiga pilar pembangunan: legislatif yang peduli, eksekutif yang melayani, dan masyarakat yang berpartisipasi. Tanpa kerja sama yang kokoh di antara ketiganya, perubahan nyata di tengah masyarakat hanyalah angan-angan belaka.
Sepanjang pertemuan, warga tampak sangat antusias menyampaikan berbagai aspirasi. Mulai dari usulan perbaikan drainase yang kerap meluap saat musim hujan, penambahan titik lampu penerangan jalan di wilayah rawan gelap, hingga permohonan bantuan program pemberdayaan ekonomi bagi ibu-ibu dan pemuda di wilayah Sungai Beduk, Batam, Kepulauan Riau. Setiap masukan dicatat dengan teliti oleh tim pendamping sebagai bahan tindak lanjut yang konkret.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah hangat. Di bawah langit malam Batam, Kepulauan Riau, warga Tanjung Piayu pulang bukan hanya dengan membawa kenangan manis pertemuan, melainkan membawa keyakinan baru: bahwa di DPRD Provinsi Kepulauan Riau, ada wakil rakyat yang tidak hanya pandai berkata-kata, tetapi yang terpenting—mampu membuktikan setiap janji dengan karya nyata.( Hendra)




