garisdata.com. (Madina) – Tragedi maut kembali mewarnai aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatra Utara. Diduga seorang pemuda berinisial MHP (23), warga Desa Ranto Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), meninggal dunia mengenaskan akibat tertimpa pohon saat mengawal alat berat menuju lokasi tambang ilegal di kawasan Aek Opang Parjae, Sungai Bubu.
Insiden yang terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026 ini kembali memicu sorotan tajam publik terkait lambannya pergerakan Satgas PETI Madina dalam memberantas penambangan liar.
Informasi dihimpun dari Camat MBG, peristiwa maut tersebut terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026. Korban, MHP naik di atas ruang operator ekskavator yang tengah bergerak menuju Sungai Bubu.
” Saat melintasi kawasan Aek Opang Parjae, bagian bucket alat berat tersebut menabrak jalinan akar pohon besar di tepi jalur. Benturan keras itu merobohkan batang pohon tua yang langsung tumbang tepat di atas ruang operator, menghantam tubuh korban hingga meninggal dunia* terang camat , Minggu, (23/08).
Disampaikannya juga pihak keluarga Korban yang meninggal dunia tidak merasa keberatan dan menerima dengan kejadian tersebut.
Kapolres Madina AKBP BAGUS PRIANDY, S.I.K., M.Si saat dikonfirmasi mengatakan terimakasih informasinya.
Sementara terduga pemilik alat berat dikonfirmasi lebih memilih bungkam begitu juga kades.
Tindakan Kapolres Madina sangat ditunggu-tunggu untuk mengantisipasi banyaknya korban PETI bertambah lagi. (Bakty)




