Batam,kepulauan Riau,garisdata.com – Seorang pemuda berinisial G menjadi sorotan publik usai dituding mencuri satu unit handphone iPhone dan powerbank milik driver Maxim. Namun, pemuda asal Batam ini kini buka suara dan membantah keras tuduhan tersebut, bahkan mengaku sangat dirugikan hingga kehilangan pekerjaan dan mendapat tekanan dari keluarga.
Hal tersebut diungkapkannya kepada awak media pada Kamis (7/5/2026). G menceritakan bahwa kejadian bermula saat ia hendak pulang kerja dari kawasan Nongsa menuju Batu Aji. Karena mobil pribadinya mengalami kerusakan, ia terpaksa memesan layanan transportasi online Maxim dengan bantuan orang lain.
Dalam perjalanan, HP miliknya kehabisan daya dan uang tunai yang dibawa tidak cukup untuk membayar tarif.
“Saya bilang sama sopir apakah bisa numpang cas. Sopir bilang chargernya rusak, lalu dia pinjamkan saya powerbank,” cerita G.
Sesampainya di lokasi, G sempat menunggu temannya untuk mengantar uang kekurangan tarif. Namun, dalam situasi yang terburu-buru, ia mengaku lupa mengembalikan powerbank dan sempat terlambat membalas pesan dari driver.
“Saya memang telat balas chat dari driver, sampai akhirnya saya dimaki. Karena merasa sudah ada ancaman, untuk pengembalian barang saya ajak ketemu di Polsek, tapi ditolak dan disuruh ke basecamp,” ujarnya.
Karena merasa takut, G akhirnya memilih mengembalikan powerbank melalui jasa pengiriman online dan melunasi sisa ongkos perjalanan sebesar Rp102 ribu melalui transfer.
Bantah Curi iPhone, Klaim Driver Akui HP Sudah Ditemukan
Terpisah, terkait tuduhan pencurian iPhone 14 yang membuat kasus ini viral, G menegaskan hal tersebut tidak benar. Ia bahkan memutar bukti rekaman suara (voice note) dari driver yang menyebutkan bahwa handphone yang hilang tersebut sebenarnya sudah ditemukan.
“Kalau masalah iPhone 14 itu tidak ada saya ambil. Ini ada percakapan dan voice chat dari driver yang bilang HP-nya sudah ketemu,” tegasnya.
Akibat pemberitaan dan tuduhan yang menyebar luas di media sosial, G mengaku nasibnya kini berubah drastis. Ia harus kehilangan pekerjaan dan bahkan mendapat teguran keras hingga diusir dari lingkungan keluarganya.
“Saya sampai dipecat dari perusahaan dan diusir keluarga akibat viral tudingan itu. Saya sangat dirugikan, terutama soal HP yang sama sekali tidak saya ambil,” pungkasnya.(TIM)



