MAJALENGKA,GarisData.com – RSUD Cideres menggelar kegiatan perjalanan bersama ke wilayah Pangandaran sebagai bagian dari upaya memperkuat kebersamaan dan rasa memiliki di seluruh jajaran tenaga kesehatan maupun staf pendukung. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka persiapan akreditasi rumah sakit yang direncanakan berlangsung pada akhir tahun 2026 mendatang.
Direktur RSUD Cideres, dr. Harizal Ferdiansyah Harahap, M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun feeling in group dan sense of belonging yang lebih kuat antaranggota tim. Menurutnya, menjelang akreditasi, seluruh elemen rumah sakit membutuhkan penyegaran wawasan dan peningkatan kemampuan agar kesiapan menghadapi penilaian dapat lebih matang dan tim bekerja dengan semangat baru.
“Tour ke Pangandaran ini dilakukan untuk penguatan kebersamaan dan rasa memiliki. Mengingat akhir tahun 2026 nanti RSUD Cideres akan menghadapi akreditasi, maka perlu ada peningkatan kemampuan dan penyegaran. Diharapkan dengan kegiatan ini, kesiapan tim persiapan akreditasi bisa lebih matang dan tetap segar dalam bekerja,” ungkap dr. Harizal.
Terkait sumber pembiayaan kegiatan, pihaknya menegaskan tidak ada alokasi anggaran dari negara maupun pemerintah daerah yang digunakan. Seluruh biaya perjalanan ditanggung secara mandiri oleh peserta melalui sistem iuran sukarela, di mana besarnya sumbangan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu. Tidak ada pula penggunaan Barang Milik Daerah dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Perjalanan ke Pangandaran ini sama sekali tidak menggunakan anggaran negara atau daerah, juga tidak memakai Barang Milik Daerah. Segala biaya berasal dari iuran atau patungan sukarela setiap peserta menggunakan uang pribadi, sesuai dengan kemampuan masing-masing,” tegasnya.
Lebih lanjut, dr. Harizal memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya selama kegiatan berlangsung. Hal ini dikarenakan tidak seluruh jajaran direksi, manajemen, maupun staf mengikuti agenda tersebut secara bersamaan. Pembagian jadwal keikutsertaan memastikan tugas pokok dan fungsi pelayanan rumah sakit tidak terganggu.
“Jajaran direksi, manajemen, dan staf tetap bekerja seperti biasa. Tidak semua mengikuti agenda ke Pangandaran dalam waktu yang bersamaan. Artinya, pelayanan sebagai tugas utama RSUD Cideres tetap berjalan normal tanpa ada perubahan sedikit pun,” tambahnya.
Sebagai penegasan akhir, dr. Harizal menekankan tiga poin utama: tidak ada penggunaan anggaran pemerintah daerah, tidak ada pemanfaatan aset milik daerah, dan tidak ada layanan yang terbengkalai atau terganggu. Kegiatan ini murni merupakan inisiatif internal untuk mempersiapkan kualitas pelayanan dan tata kelola rumah sakit menuju standar akreditasi yang lebih tinggi demi kepentingan pasien dan masyarakat luas.
“Dengan seluruh fakta tersebut, secara tegas kami sampaikan: tidak ada anggaran yang berasal dari Pemerintah Daerah yang dipergunakan, tidak ada barang milik daerah yang dimanfaatkan, serta tidak ada layanan RSUD Cideres yang terbengkalai atau bahkan terganggu,” pungkas dr. Harizal Ferdiansyah Harahap.***
SELAMAT DATANG DI WEBSITE BERITA GARISDATA.COM IKUTI KAMI UNTUK MENGETAHUI PERKEMBANGAN BERITA DAERAH ANDA



