MAJALENGKA,GarisData.com – Guna memastikan kelayakan dan keamanan fasilitas pendidikan, Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahudin, turun langsung meninjau kondisi bangunan SD Mirat 3 pada Selasa, 5 Mei 2026. Kegiatan ini difokuskan untuk menelaah kualitas bangunan yang dibangun dalam rentang waktu 2021 hingga 2022.
Peninjauan ini dilakukan sebagai tanggapan atas kekhawatiran yang berkembang, mengingat sebelumnya pernah ditemukan sejumlah bangunan sejenis yang memiliki permasalahan pada mutu pembangunannya, sehingga menimbulkan potensi risiko keselamatan bagi para penggunanya.
Berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan, terlihat sejumlah ketidaksesuaian dalam pengerjaan bangunan tersebut. “Secara kasat mata, kami menemukan bagian sambungan bangunan yang kurang rapi dan kurang kuat, khususnya pada struktur penopang yang berbahan kayu. Selain itu, jenis paku yang digunakan pun masih berjenis umum yang tidak memenuhi standar yang seharusnya. Kami bersyukur sampai saat ini belum ada kejadian berbahaya yang menimbulkan korban, namun hal ini tetap menjadi peringatan agar seluruh pihak terkait senantiasa waspada dan memastikan hal serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang,” ungkap H.Iing.
Ia menegaskan bahwa aspek keamanan harus menjadi prioritas utama dalam setiap pembangunan fasilitas penunjang pendidikan. Oleh karena itu, ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang serta Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka untuk bekerja sama memastikan setiap tahapan pembangunan sekolah telah memenuhi standar konstruksi yang aman, kuat, dan layak digunakan.
Saat ini, pihaknya masih melakukan pengecekan mendalam serta menunggu hasil verifikasi mengenai siapa kontraktor yang menangani pembangunan tersebut dan bagaimana proses pelaksanaannya berjalan di masa lalu.
“Dari pemeriksaan yang kami lakukan, terindikasi bahwa bahan kayu yang dipakai sudah tidak dalam kondisi baru, serta proses pembangunannya kurang mendapatkan pengawasan yang ketat dari pihak yang berwenang. Ke depannya, untuk setiap pekerjaan perbaikan maupun pembangunan baru yang direncanakan tahun ini, kami akan memeriksa secara rinci apakah pekerjaan tersebut dikerjakan secara mandiri atau diserahkan kepada pihak ketiga. Kami juga akan memastikan seluruh bahan yang digunakan dan tahapan pengerjaannya benar-benar memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan,” tambah H.Iing.
Komisi III DPRD Majalengka akan terus memantau perkembangan hasil pemeriksaan ini dan menunggu laporan resmi dari instansi terkait sebelum menentukan langkah selanjutnya. Salah satu kemungkinan yang akan diambil adalah memanggil pihak kontraktor yang terlibat untuk meminta penjelasan terkait pelaksanaan pembangunan tersebut.
“Hingga saat ini belum ada keputusan pasti mengenai pemanggilan kontraktor. Namun yang jelas, kami akan memastikan seluruh bangunan sekolah aman digunakan dan sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lancar tanpa ada gangguan atau kekhawatiran apa pun,” tutup H.Iing.***



