Makanan Berulat Gratis Di SPPG Penggorengan – Madina
Program makan bergizi gratis (MBG) merupakan program nasional negara Republik Indonesia yang juga janji politik Prabowo saat mencalonkan diri jadi presiden. Seluruh siswa dipastikan seluruhnya secara bertahap akan mendapatkan MBG mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah.
Program MBG ini belum mencapai tingkat kepuasan wali murid. Ada-ada saja problem di berbagai daerah meliputi keracunan dan tidak layak konsumsi hingga quota MBG yang tidak sesuai yang diharapkan.
Baru-baru ini dikabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, terindikasi masalah. Diduga akibat petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang lalai atau sengaja sehingga buah yang diterima siswa tidak layak konsumsi di kecamatan Panyabungan serta adalagi di kecamatan Bukit Malintang yang diduga tidak steril pasalnya alat masak MBG dicuci di sungai.
Alih-alih dapat pembelajaran dari SPPG lain sebelumnya, kini diduga SPPG penyuplai MBG menyalurkan makanan berulat.
Kepala SPPG Penggorengan kecamatan Panyabungan kabupaten Mandailing Natal ( Madina), Sumut, FR saat dikonfirmasi berbagai pertanyaan seputar makanan yang berulat dan lainnya, jawabannya tidak mengena. Selasa, (12/05/2026).
Konfirmasi yang dilayangkan tim seputar makanan berulat, sertifikat chef/tukang masak dan pengajuan sekolah hendak ikut jadi penerima MBG.
FR hanya menjawab sudah koordinasi dengan kepala sekolah yang mengajukan. Seputar konfirmasi lainnya dan makanan berulat itu tidak ada jawaban.
Ditempat berbeda, tim media yang tergabung juga sudah konfirmasi kepada Badan Giji Nasional (BGN) kabupaten Mandailing Natal dan tidak ada jawaban hingga berita ini diterbitkan.
Seyogyanya MBG itu makanan bergizi gratis bukan makanan berulat gratis. Anak bangsa butuh asupan giji yang baik untuk mendapatkan/meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang sempurna melalui makanan. (Bakti)



