Mandailing Natal – Persatuan Mahasiswa Mandailing Natal (PM Madina) mendesak Polres Mandailing Natal (Madina) untuk segera membongkar jaringan bandar besar narkoba beserta oknum yang menjadi pembekingnya di wilayah tersebut.
Meski kepolisian terus berupaya mengantisipasi penyalahgunaan narkotika, PM Madina menilai penindakan sejauh ini masih didominasi oleh penangkapan pengguna dan pengedar kecil.
“Kami melihat aparat kepolisian terus melakukan penangkapan pengguna dan pengedar narkoba, tapi kami mendesak Polres membongkar sindikat besar. Ada dugaan pembeking yang melibatkan oknum aparat penegak hukum,” ujar Ketua PM Madina, Ahmad Zulhamdi Batubara, Senin (18/5).
Mahasiswa Fisipol Universitas Graha Nusantara ini mengungkapkan bahwa jauh sebelum viralnya kasus perlawanan narkoba di daerah lain, masyarakat Mandailing Natal sudah melakukan aksi nyata melawan narkoba.Ahmad memaparkan beberapa aksi masyarakat, di antaranya pemblokiran Jalan Lintas Sumatera di Desa Sihepeng dan Hutapuli, Kecamatan Siabu.
Selain itu, terdapat aksi penggerebekan rumah bandar oleh kelompok ibu-ibu di Batu Mundom, hingga pembakaran rumah bandar di Hutabuyung.“Bahkan sempat terjadi pembakaran kantor Mapolsek di Kecamatan Muara Batang Gadis sebagai bentuk reaksi keras masyarakat,” pungkasnya.(***)



