garisdata.com (Madina) – Ketua DPRD Mandailing Natal, Erwin Efendi Lubis SH ditemui perwakilan Forum Komunikasi Pemuda Mandailing Julu di ruang kerjanya. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan pemuda menyampaikan kekhawatiran mereka terkait beredarnya surat mengenai rencana penindakan terhadap aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI). Senin, (31/8/2026)
Menurut perwakilan Forum Komunikasi Pemuda Mandailing Julu (FKPMJ), persoalan tersebut perlu dicarikan solusi yang tepat. Pasalnya, aktivitas pertambangan selama ini menjadi salah satu sumber mata pencaharian bagi masyarakat.
Menanggapi hal itu, Erwin Efendi Lubis mengatakan persoalan pertambangan memang tidak bisa dilihat dari satu sisi saja. Ia mengakui banyak masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas tersebut. Namun, di sisi lain, aktivitas pertambangan juga tidak boleh dilakukan secara berlebihan dan mengabaikan Hukum dan lingkungan.
“Memang betul-betul, kegiatan pertambangan itu ada yang dilakukan dengan cara yang sangat tidak semestinya. Tidak satu alat berat, sepuluh, bahkan ada yang sampai lima belas, sampai memerikan dampak kerusakan yang besar bagi lingkungan” ujar Erwin.
Menurutnya, ada ratusan bahkan ribuan masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor tersebut.
“Secara pribadi, saya tidak pernah mencoba untuk menyampaikan untuk ditutup. Saya tidak pernah melakukan itu karena saya tahu ada berapa ratus, bahkan berapa ribu masyarakat yang mata pencahariannya bergantung di situ,” katanya.
Namun demikian, ia juga mengingatkan para pelaku pertambangan, khususnya penambang dalam skala besar, agar tidak hanya memikirkan keuntungan semata.
Menurut Erwin, mereka juga harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan dari aktivitas pertambangan, terutama terhadap lingkungan.
“Saya mohonlah bagi penambang agar memiliki rasa tanggung jawab menjaga lingkungan ini. Jangan karena satu atau dua penambang besar yang macam-macam, Masyarakat yang tidak ikutan aktivitas itu juga kena dampaknya nanti,” ungkapnya.
Terkait langkah penindakan yang dilakukan oleh Satgas PETI, Ketua DPRD Madina tersebut mengajak seluruh pihak untuk menghormati kebijakan dan langkah pemerintah.
Meski begitu, sebagai wakil masyarakat, Erwin menegaskan dirinya tetap memiliki tanggung jawab untuk mendorong adanya solusi yang bijaksana, khususnya bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan.
“Terkait penindakan Satgas PETI, mari sama-sama kita hormati dan kita hargai pemerintah. Saya selaku wakil masyarakat, merupakan kewajiban saya mendorong solusi yang bijak bagi masyarakat saya,” tegasnya.
Erwin berharap persoalan pertambangan di Mandailing Natal dapat diselesaikan dengan mencari jalan tengah yang tidak hanya memperhatikan penegakan aturan dan perlindungan lingkungan, tetapi juga mempertimbangkan nasib masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor tersebut.
Menurutnya, persoalan ini membutuhkan tanggung jawab bersama. Para penambang diminta menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas secara berlebihan, sementara pemerintah dan seluruh pihak terkait diharapkan dapat mencari solusi terbaik bagi masyarakat.
Sumber : SR Madina News
Bakty




