Batam, kepulauan Riau, Garisdata.com – Sebuah rekaman video yang memperlihatkan keributan antara keluarga pasien dan petugas rumah sakit di Kota Batam mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat warga di media sosial. Perselisihan panas itu bermula dari alasan yang sangat mendasar: ketidaktersediaan ambulans rujukan, padahal keberadaan fasilitas ini adalah nyawa bagi pasien yang membutuhkan pertolongan cepat. Isu ini langsung menjadi sorotan tajam Anggota DPRD Kota Batam, Ruslan Sinaga, yang tak tinggal diam melihat kualitas pelayanan kesehatan yang dinilai menyimpang dari seharusnya.
Setelah menyimak isi video tersebut, Ruslan Sinaga mengaku sangat menyayangkan insiden yang terjadi. Menurutnya, masalah ini seharusnya tidak sampai memicu pertengkaran jika saja pihak rumah sakit mampu berkomunikasi dengan baik dan memberikan penjelasan yang benar kepada pasien maupun keluarga.
“Saya sebelumnya sudah melihat video itu. Sebaiknya disampaikan kepada keluarga pasien apakah ambulans sedang kosong atau bagaimana. Kalau dibilang ambulans nggak ada kan nggak mungkin juga,” tegas Ruslan Sinaga, menilai mustahil fasilitas vital itu benar-benar tidak tersedia sama sekali.
Bagi politisi ini, kuncinya ada pada transparansi. Apakah kendaraan sedang dalam perawatan, sedang bertugas ke luar, atau ada kendala teknis lain? Semua itu wajib dijelaskan, bukan sekadar menjawab “tidak ada” yang justru memicu kemarahan dan kesalahpahaman.
Tak hanya berkomentar, Ruslan Sinaga pun bergerak cepat melakukan fungsi pengawasannya. Ia menegaskan akan segera memanggil pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam untuk meminta pertanggungjawaban dan penjelasan resmi terkait insiden memalukan ini.
“Kami akan memanggil Dinkes Kota Batam untuk mempertanyakan keributan di rumah sakit dengan alasan ambulans kosong. Ini hal yang penting, menyangkut keselamatan nyawa warga,” ujarnya dengan nada tegas.
Lebih jauh, Ruslan Sinaga mengungkapkan bahwa dalam waktu sangat dekat, pihaknya akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) khusus bersama Dinas Kesehatan. Agenda ini tidak hanya akan membahas kasus yang viral saja, tetapi juga mengecek kesiapan dan standar pelayanan seluruh fasilitas kesehatan di bawah naungan pemerintah daerah.
Meski lingkup pengawasan rumah sakit berada di bawah Komisi IV DPRD, Ruslan Sinaga menegaskan bahwa tugas mengawasi kinerja dan pelayanan publik tetap harus berjalan maksimal. Tidak ada alasan untuk lengah, apalagi menyangkut urusan kesehatan dan pertolongan medis.
“Meski rumah sakit berada di bawah lingkup Komisi IV, fungsi pengawasan tetap harus kami jalankan. Kami ingin memastikan pelayanan kesehatan di Batam benar-benar berjalan baik, manusiawi, dan fasilitas penunjang seperti ambulans selalu siap pakai kapan saja dibutuhkan warga,” pungkas Ruslan Sinaga.
Kasus ini menjadi teguran keras bagi seluruh rumah sakit di Batam agar kembali mengevaluasi kualitas pelayanan, mengingat ambulans bukan sekadar kendaraan biasa, melainkan sarana penyelamat nyawa yang keberadaannya mutlak dijamin ketersediaannya.(Hendra)



