garisdata.com (Madina) – Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menghadapi tantangan administratif di lapangan. Sejumlah laporan mengindikasikan adanya kendala penyaluran, mulai dari keluhan keterlambatan dana operasional pada Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) hingga isu belum terbayarkannya insentif harian bagi para guru yang mendampingi distribusi makanan di sekolah.

Berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) Tata Kelola MBG, Badan Gizi Nasional (BGN) sebenarnya telah mengalokasikan insentif harian bagi guru berkisar antara Rp20.000 hingga Rp200.000 per hari sebagai bentuk apresiasi atas tugas tambahan mengawasi pembagian makanan. Namun, dalam implementasinya di beberapa wilayah, para pendidik mengaku hak tersebut belum sepenuhnya mereka terima secara lancar.
Salah satu kepala sekolah di kecamatan Panyabungan Utara kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, mengakui insentif belum dibayar mulai tahun ajaran baru hingga sekarang.
” Mulai pertengahan bulan tujuh belum pernah dibayar. Sudah pernah ditanyakan namun pihak SPPG menyebutkan tunggu saja itu akan cair” ujarnya
Sementara Safii kepala SPPG Polres 1 dikonfirmasi mengatakan sudah dibayarkan. Dikatakannya intensif itu dibayarkan per dua Minggu. Kamis, (19/09).
Begitu juga halnya ketua kelompok (kapok) SPPG Panyabungan Utara dikonfirmasi tidak ada jawaban.
Di sisi lain, operasional dapur komunal atau SPPG juga sempat diterpa beberapa masalah. Pihak BGN Madina tidak pernah memberikan klarifikasi apapun hal yang dikonfirmasi tim media yang tergabung. Mulai dari makanan berulat dugaan keracunan hingga kantor BGN serta insentif. (Bakty)




