Garisdata.com, Mandailing Natal – Seorang pengemis menjadi korban amukan massa setelah diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap seorang anak di bawah umur di wilayah Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Kejadian ini memicu kemarahan warga yang kemudian segera bergerak mengamankan pelaku sebelum diserahkan ke pihak berwajib, senin 13/7-2026.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula saat terduga pelaku mengajak korban—yang identitasnya dirahasiakan demi perlindungan anak—ke area tepi danau. Kakak kandung korban, yang menggunakan nama samaran Bunga, menceritakan bahwa sesampainya di lokasi, terduga pelaku diduga langsung mencium korban sembari memberikan uang sebesar Rp5.000.
“Setelah memberikan uang, terduga pelaku diduga meminta adik saya yang masih duduk di bangku kelas III SD untuk membuka roknya,” ungkap Bunga.
Karena merasa takut dan menolak ajakan tersebut, korban segera berteriak meminta tolong. Mendengar jeritan itu, kakek korban bersama sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi langsung bergegas menuju tempat kejadian perkara.
Menyadari aksinya diketahui banyak orang, terduga pelaku berusaha melarikan diri. Namun langkah kakinya terhenti setelah berhasil dikepung warga yang marah. Emosi warga yang memuncak sempat membuat pelaku menerima pukulan sebelum akhirnya ditenangkan dan diamankan.
Saat diperiksa warga, terduga pelaku mengaku bernama Madong, warga asal Desa Sialang, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan. Identitas tersebut masih menunggu verifikasi resmi dari kepolisian.
Selanjutnya, terduga pelaku diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dibawa ke Polsek Panyabungan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan tindak pidana yang dilakukannya.
Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan maupun pasal yang disangkakan, ( Tim)




