BerandaBeritaDemo ke Disdikbud dan Kantor Bupati, Komandan Madina Desak Evaluasi Kadis Pendidikan
CSS Marquee Effect Example

SELAMAT DATANG DI WEBSITE BERITA GARISDATA.COM IKUTI KAMI UNTUK MENGETAHUI PERKEMBANGAN BERITA DAERAH ANDA

Form Iklan
Form Iklan

Demo ke Disdikbud dan Kantor Bupati, Komandan Madina Desak Evaluasi Kadis Pendidikan

Mandailing Natal | Garisdata.com – Koalisi Mahasiswa Pemuda Mandailing Natal (Komandan Madina) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Kantor Bupati Mandailing Natal, Jumat (2/10/2026).
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, khususnya terkait pelaksanaan Program Revitalisasi Tahun Anggaran 2026, pengadaan buku yang bersumber dari Dana BOS, dugaan pungutan dalam proses administrasi pencairan Dana BOS, hingga persoalan anak putus sekolah.
Ketua Komandan Madina, Robi Nasution, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap persoalan pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal. Ia meminta seluruh dugaan yang disampaikan dapat ditanggapi secara terbuka dan profesional oleh pemerintah daerah.
“Tentu yang kami sampaikan hari ini sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah kita. Kami meminta agar berbagai persoalan ini dapat ditanggapi secara terbuka dan profesional,” ujar Robi.
Terkait Program Revitalisasi Tahun Anggaran 2026, Robi mengungkapkan adanya dugaan intervensi oknum Dinas Pendidikan terhadap pelaksanaan pekerjaan di sejumlah sekolah penerima program.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang dihimpun Komandan Madina, terdapat 10 SD, 8 SMP, serta 13 TK/PAUD yang menerima Program Revitalisasi Tahun Anggaran 2026.
Komandan Madina menduga terdapat sekolah yang seharusnya melaksanakan pekerjaan melalui mekanisme swakelola, namun dalam pelaksanaannya justru diduga melibatkan pihak ketiga.
“Berdasarkan informasi yang kami himpun terdapat 10 SD, 8 SMP dan 13 TK PAUD penerima program Revitalisasi Tahun Anggaran 2026 yang telah mulai berjalan. Kami juga menerima informasi adanya dugaan intervensi oleh oknum Dinas Pendidikan agar pekerjaan dikerjakan oleh pihak rekanan tertentu,” katanya.
Robi juga menyampaikan adanya informasi mengenai dugaan pemberian fee sebesar 5–10 persen dari setiap sekolah penerima program revitalisasi serta dugaan praktik jual beli proyek pada pekerjaan konstruksi Tahun Anggaran 2026 di lingkungan Dinas Pendidikan dengan persentase yang disebut mencapai 10–15 persen.
Ia menegaskan, informasi tersebut perlu diperiksa dan diklarifikasi oleh pihak berwenang agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran.
Selain persoalan revitalisasi, Komandan Madina turut menyoroti tingginya angka anak putus sekolah di Kabupaten Mandailing Natal.
Robi menyebut berdasarkan data yang mereka terima terdapat sekitar 1.370 anak yang putus sekolah. Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena pendidikan merupakan hak masyarakat.
“Berdasarkan data 1.370 anak putus sekolah, kita prihatin. Tentu ini harus menjadi perhatian kita bersama, terkhusus Dinas Pendidikan yang seharusnya bisa mendukung anak-anak tersebut jika terdapat beberapa kendala kebutuhan yang dialami para siswa, seperti alat perlengkapan sekolah dan lain sebagainya sesuai dengan ketentuannya,” jelas Robi.
Desak Bupati Evaluasi Kadis Pendidikan
Dalam aksi tersebut, Komandan Madina juga mendesak Bupati Mandailing Natal untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Madina.
Bahkan, Robi meminta Bupati mengambil tindakan tegas apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan tugas.
“Kami meminta Bupati apabila dalam pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran atau persoalan dalam pelaksanaan tugasnya agar segera dicopot dari jabatannya,” tegas Robi.
Aksi tersebut kemudian diterima sejumlah perwakilan Dinas Pendidikan, di antaranya Kabid Dikdas, Kabid PAUD, dan Manajer BOS.
Perwakilan Dinas Pendidikan, Deni Haryono, ST, mengatakan aspirasi yang disampaikan Komandan Madina akan diteruskan kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk mendapatkan tanggapan.
“Terima kasih kepada Komandan Madina atas aspirasinya. Mengingat Kadis sedang ada kegiatan di luar, akan kami sampaikan nantinya dan agar ditanggapi oleh Pak Kadis,” ujar Deni yang merupakan Kabid Dikdas.
Lanjutkan Aksi ke Kantor Bupati
Usai menyampaikan aspirasi di Kantor Disdikbud Madina, massa Komandan Madina kemudian melanjutkan aksi ke Kantor Bupati Mandailing Natal.
Di hadapan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, Robi kembali menyampaikan sejumlah aspirasi sekaligus meminta agar berbagai persoalan yang mereka soroti mendapat tindak lanjut.
“Kami berharap apa yang kami sampaikan hari ini menjadi atensi Bapak Bupati dan dapat ditindaklanjuti. Ini demi perbaikan Dinas Pendidikan serta kemajuan Kabupaten Mandailing Natal,” kata Robi.
Aspirasi tersebut diterima oleh Asisten I Setdakab Madina, Drs. M. Sahnan Pasaribu, MM, yang hadir mewakili Bupati Mandailing Natal.
Sahnan Pasaribu mengapresiasi penyampaian aspirasi Komandan Madina dan mengatakan seluruh aspirasi tersebut akan disampaikan kepada Bupati untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
“Terima kasih kepada Komandan Madina. Saya akan sampaikan aspirasi ini kepada Bapak Bupati agar ditindaklanjuti sebagaimana mestinya,” ujar Sahnan.
Komandan Madina berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal tidak berhenti pada penerimaan aspirasi, tetapi melakukan evaluasi dan pemeriksaan terhadap berbagai persoalan yang disampaikan dalam aksi tersebut.
(TIM)

Form Iklan Form Iklan
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Dukung Kami Di Google

Klik Disini

spot_img
spot_img
Example

PASANGKAN IKLAN ANDA

Hubungi Kami

spot_img

Most Popular