MANDAILING NATAL, GarisData.com – Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD serta warga masyarakat kembali melanjutkan operasi pencarian korban hilang di aliran Sungai Batang Bangko, Desa Airapa, Kecamatan Sinunukan, pada Senin (19/05/2026). Hari tersebut memasuki hari kedua upaya pencarian yang digelar sejak korban dilaporkan hilang pada hari Minggu sebelumnya.
Kondisi lapangan semakin menantang seiring berjalannya waktu. Air sungai terlihat semakin keruh dan berlumpur, sementara debit air naik sekitar satu meter dibandingkan hari pertama operasi. Hal ini menjadi hambatan berat bagi seluruh personel yang terlibat, namun tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus berusaha menemukan korban.
Tim penyelamat dari Basarnas Madina yang dipimpin langsung oleh Danpos Basarnas Rizal Rangkuti bersama personel gabungan lainnya terus bekerja keras menyisir seluruh jalur aliran sungai. Meskipun cuaca dan arus air yang tidak bersahabat, kekompakan dan ketekunan seluruh anggota tim tetap terjaga dengan baik.
Berbagai instansi turut memberikan dukungan penuh dalam operasi ini. BPBD Kabupaten Mandailing Natal turun langsung mengirimkan personelnya, didukung pula oleh Satpol Airud Polres Madina, Polsek Batahan, Pos TNI AL Natal, dan Koramil 20 Batahan. Beberapa nama personel yang terlibat di antaranya Aiptu S. Pinem, Briptu Hasmar Nasution, Aipda Julpan Pulungan, KLS Bah Meiman Lase, hingga Sertu Mahmud Ritonga.
Sektor kesehatan juga tidak ketinggalan berperan aktif. Kepala Puskesmas Sinunukan, Dr. Isa Ansori, M.K.M., menurunkan tenaga medis yaitu Fuad dan Arsidi serta menyiagakan ambulans yang siap sedia sepanjang operasi berlangsung, guna mengantisipasi segala kemungkinan kondisi darurat yang bisa terjadi di lapangan.
Sebelum memulai kegiatan, seluruh personel mengikuti apel gabungan yang dipimpin oleh Camat Sinunukan, Abdi Putra Negara Pulungan, SH., MH. Dalam arahannya, camat memberikan semangat dan dukungan moril kepada seluruh anggota tim agar tetap fokus dalam melaksanakan tugas serta senantiasa menjaga keselamatan diri karena lokasi operasi tergolong berisiko tinggi.
Upaya pencarian dilakukan secara maksimal sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku. Tim menggunakan dua unit perahu karet dan memanfaatkan teknologi drone pendeteksi untuk membantu memperluas jangkauan penyisiran. Pada hari kedua ini, tim telah menyisir sekitar 15 kilometer ke arah hilir dan 1 kilometer ke arah hulu sungai.
Namun demikian, berbagai kendala tetap dihadapi. Derasnya arus air, air yang berlumpur sehingga jarak pandang menjadi sangat terbatas, menjadi hambatan utama dalam upaya penemuan korban. Tidak hanya itu, tim juga beberapa kali mengamati keberadaan reptil berbahaya yaitu buaya di sekitar lokasi operasi. Pada hari pertama terlihat buaya dengan ukuran sekitar 1,5 hingga 2,5 meter, sedangkan pada hari kedua terlihat seekor buaya yang diperkirakan memiliki panjang mencapai 3 meter.
Meskipun dihadapkan pada kondisi yang berbahaya dan tantangan yang cukup besar, tim gabungan tetap melanjutkan pencarian hingga pukul 18.00 WIB. Operasi ini direncanakan akan dilanjutkan kembali pada hari berikutnya dengan harapan agar korban dapat segera ditemukan dan dikembalikan kepada keluarga.
Perjuangan tanpa lelah yang dilakukan oleh para petugas dan warga ini menjadi bukti nyata dari solidaritas dan kepedulian kemanusiaan yang tinggi. Seluruh pihak yang terlibat tetap berharap semoga korban segera ditemukan dalam keadaan selamat, sehingga dapat kembali berkumpul dengan keluarga tercinta.
(MO)



