Sabtu, Mei 9, 2026
Form Iklan
BerandaArtikelSaat Rakyat Susah Dapat Solar, 'Pelabuhan Tikus' di Sagulung Beroperasi Lancar di...
CSS Marquee Effect Example

SELAMAT DATANG DI WEBSITE BERITA GARISDATA.COM IKUTI KAMI UNTUK MENGETAHUI PERKEMBANGAN BERITA DAERAH ANDA

Form Iklan
Form Iklan

Saat Rakyat Susah Dapat Solar, ‘Pelabuhan Tikus’ di Sagulung Beroperasi Lancar di Balik Pagar Seng

Batam, kepulauan Riau, garidata.com, – Sebuah ironi pahit terungkap di tengah masyarakat Batam. Saat warga bersusah payah mencari dan mengantre bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang kian langka, sebuah lokasi tersembunyi di Jalan Dapur 12, Kavling Melati, Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung, justru menjadi basis operasi “pelabuhan tikus” yang pasokannya melimpah dan beroperasi dengan sangat lancar, sabtu 09 /05-2026.

Kawasan tersebut tertutup rapat oleh pagar seng tinggi, tanpa papan nama perusahaan, tanpa identitas, dan tanpa izin operasional yang terpampang. Namun, di balik tembok penyekat itu, aktivitas lalu lintas kendaraan pengangkut solar berjalan sangat aktif, terorganisir, dan nyaris tanpa hambatan, seolah memiliki “izin khusus” untuk beroperasi.

Penelusuran tim media dilakukan langsung pada Kamis, 23 April 2026 ke titik koordinat tersebut. Di lokasi, terlihat jelas satu unit truk tangki berwarna biru putih bertuliskan “Solar Industri” dengan pelat nomor BP 8736 masuk dengan leluasa ke dalam kawasan berpagar hitam itu. Kemudahan akses yang didapat kendaraan besar tersebut membuktikan bahwa kegiatan penimbunan dan distribusi di sana bukanlah aktivitas baru, melainkan sudah berjalan rutin dan memiliki jalur tersendiri.

Warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengaku sudah lama menyaksikan keanehan ini. Menurutnya, kendaraan-kendaraan pengangkut BBM itu hilir mudik setiap hari, bahkan kerap beroperasi diam-diam saat malam hari agar tidak mudah terlihat oleh umum.

“Sudah lama sekali, Pak. Setiap hari pasti ada mobil besar masuk ke situ. Seringkali mereka masuk malam-malam ke dalam pagar tertutup itu, baru keluar lagi setelah urusannya selesai,” ungkap warga dengan nada khawatir.

Namun, yang paling menyakitkan hati masyarakat adalah perbedaan kondisi yang sangat mencolok. Di saat pasokan solar resmi di SPBU dan penyalur umum kosong melompong hingga membuat warga antre berjam-jam, di lokasi tersembunyi ini stok BBM justru tersedia berlimpah.

“Yang bikin kami sakit hati itu, sekarang kan susah sekali cari solar. Di mana-mana habis. Tapi di sini? Ada saja, stoknya banyak. Kami sering lihat mereka memindahkan BBM atau istilahnya ‘solar kencing’ langsung ke kapal-kapal yang bersandar di sekitar situ, dengan santai dan tak ada rasa takut,” tambahnya.

Warga sangat menyayangkan kondisi ini dan meyakini praktik ilegal ini mustahil bisa berjalan mulus sendirian. Ada dugaan kuat bahwa aktivitas ini melibatkan banyak pihak dan mendapatkan perlindungan agar tetap aman dari pengawasan.

“Paling pas kalau begitu mobil masuk lagi, langsung digerebek saja. Kami semua yakin ini ada mainnya, ada oknum yang melindungi supaya tidak diganggu. Ini jelas merugikan negara dan menyengsarakan kami yang butuh untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” tegasnya.

Mengingat BBM adalah barang strategis nasional yang diatur ketat undang-undang, keberadaan “pelabuhan siluman” ini dinilai sebagai bentuk pembangkangan hukum yang nyata. Melalui pengungkapan fakta ini, masyarakat menuntut aparat kepolisian, Bea Cukai, dan instansi berwenang segera turun tangan melakukan penindakan tegas.

Publik berharap kasus ini tidak berhenti sekadar di laporan, tetapi ditindaklanjuti hingga ke akar masalah. Transparansi dan penegakan hukum yang nyata sangat dibutuhkan, bukan hanya untuk menutup kebocoran kekayaan negara, tetapi juga untuk mengembalikan kepercayaan bahwa hukum berlaku sama bagi semua, tanpa ada yang kebal hukum.(Tim)

Form Iklan Form Iklan
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Dukung Kami Di Google

Klik Disini

spot_img
Example

PASANGKAN IKLAN ANDA

Hubungi Kami

spot_img

Most Popular

error: Content is protected !!