Garisdata.com | Mandailing Natal– Satuan Mahasiswa Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (SATMA-AMPI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendesak Kapolres Madina untuk transparan membuka perkembangan kasus dugaan penyaluran solar ilegal di SPBU Saba Purba, serta peristiwa terbakarnya mobil pengangkut BBM di lokasi tersebut.
Desakan ini disampaikan melalui surat resmi bernomor 01/DPD SATMA-AMPI/X/2026 tertanggal 14 Oktober 2026 yang dilayangkan langsung kepada Kapolres Madina.
Bendahara SATMA-AMPI Madina, Muhammad Saleh, menegaskan bahwa penanganan kasus ini harus dibuka ke publik agar tidak menimbulkan spekulasi dan persepsi negatif terhadap kinerja kepolisian.
“Masyarakat berhak tahu sejauh mana penanganan perkara ini sepanjang tidak mengganggu penyelidikan. Kami meminta Polres Madina menyampaikannya secara resmi, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Saleh kepada wartawan.
Menurut Saleh, dugaan penyaluran solar ilegal bukanlah persoalan sepele. Polisi dituntut serius menelusuri seluruh alur distribusi BBM serta memeriksa pihak-pihak yang terlibat, termasuk insiden mobil terbakar yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas ilegal tersebut.
Ia mempertanyakan sejauh mana pemeriksaan terhadap pemilik kendaraan, pengemudi, hingga operator SPBU yang bertugas saat kejadian.
Senada dengan Saleh, Sekretaris SATMA-AMPI Madina, Mulya Harisandi, meminta penegak hukum mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya tanpa tebang pilih.
“Kami tidak ingin berspekulasi. Namun, jika ada pelanggaran hukum, semuanya harus diperiksa secara profesional. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai aturan yang berlaku,” kata Harisandi.
Dalam poin suratnya, SATMA-AMPI Madina meminta Kapolres mengonfirmasi tiga hal krusial:
- Perkembangan penyelidikan dugaan penyaluran solar ilegal di SPBU Saba Purba.
- Hasil identifikasi dan penyelidikan atas peristiwa mobil terbakar.
- Sejauh mana pemeriksaan terhadap pengelola SPBU, operator, serta pemilik kendaraan.
Mereka menegaskan, langkah ini merupakan bentuk kontrol sosial mahasiswa demi mendorong penegakan hukum yang objektif. SATMA-AMPI berharap Polres Madina segera memberikan jawaban resmi demi menjaga.(MP) kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.




