garisdata.com (Madina) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) resmi menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk tingkat TK/PAUD, SD, dan SMP sederajat mulai Kamis, 15 Oktober 2026 hingga Sabtu, 17 Oktober 2026 akibat kabut asap pekat yang kian membahayakan kesehatan anak yang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kebijakan darurat ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 420/3200/DISDIKBUD/2026 yang ditandatangani oleh Kadisdikbud Madina, dr. H. Mhd. Faisal Situmorang dilansir dari salah satu media online. Rabu, (14/10).
Namun, pengalihan proses belajar ke rumah ini memicu polemik baru di lapangan mengenai nasib penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasalnya, terjadi kesimpangsiuran informasi karena para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mitra penyalur memberikan jawaban yang berbeda-beda terkait mekanisme distribusi selama PJJ berlangsung.

Seiring dengan dirumahkannya para siswa, keberlanjutan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah di Madina kini dipertanyakan dan menjadi tantangan logistik baru. Program nasional yang sejatinya dibagikan langsung secara harian di lingkungan sekolah terancam mandek selama tiga hari ke depan.
Di saat siswa dirumahkan, keberlanjutan Makan Bergizi Gratis (MBG) program prioritas nasional yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN) bersama jajaran terkait justru menyisakan tanda tanya besar. Ketidaksiapan mitigasi darurat terlihat jelas dari respons yang bertolak belakang di tingkat internal pengelola dapur logistik
Salah satu kepala SPPG dikonfirmasi mengatakan sebagian sekolah masih disalurkan dan ada juga yang tidak. Kepala SPPG yang lain juga menyebut masih sesuai petunjuk. Ada juga Kepala SPPG menyebutkan tidak ada penyaluran mengikuti edaran disdikbud Madina itu.
“Jikalau ada lagi SPPG yang menyalurkan MBG itu dengan dalih sudah terlanjur membeli bahan pokok , saya rasa itu tidak mengindahkan edaran itu” ungkapnya
Sementara kepala SPPG lainnya lebih memilih bungkam terkait penyaluran MBG tiga hari kedepan.
Dilain tempat salah satu mitra MBG dikonfirmasi menyebutkan besok masih ada penyaluran. Masih ada SMP yang masuk memakai masker. Dia juga mengatakan untuk hari Jumat belum diketahui.
Mitra MBG yang lain mengatakan soal penyaluran MBG ” mungkin untuk tingkat SMA dan 3B (kelompok sasaran prioritas yang terdiri dari Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (khususnya balita non-PAUD)). terangnya
Sementara Satgas MBG Madina yang juga sekda Madina Afrizal Nasution saat dikonfirmasi mengatakan terkait penyaluran MBG saat PJJ berlangsung. Disampaikannya melalui edaran BGN.
“Penghentian sementara pelaksanaan program MBG berlaku sesuai cakupan wilayah surat Pemerintah Daerah, yaitu untuk seluruh wilayah provinsi apabila surat ditetapkan oleh Gubernur, dan untuk seluruh wilayah kabupaten/kota apabila surat ditetapkan oleh Bupati/Wali Kota, atau sesuai batas wilayah yang secara tegas disebutkan dalam surat tersebut”tutupnya . (Bakty)




