Garisdata.com | Semangat masyarakat Kecamatan Sinunukan dalam melaksanakan ibadah qurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Tingginya kepedulian dan rasa berbagi antar sesama dinilai masih terus terjaga, bahkan Kecamatan Sinunukan disebut sebagai salah satu kecamatan dengan jumlah hewan qurban terbanyak di wilayah tersebut.
Berdasarkan data dari 14 desa di Kecamatan Sinunukan, total hewan qurban yang disembelih tahun ini mencapai 252 ekor, terdiri dari 230 ekor lembu dan 22 ekor kambing.
Adapun rincian jumlah hewan qurban di masing-masing desa yakni:
Desa Widodaren: 19 lembu dan 1 kambing, total 20 ekor
Desa Sukadamai: 16 lembu
Desa Wonosari: 15 lembu dan 3 kambing, total 18 ekor
Desa Sinunukan IV: 15 lembu dan 2 kambing, total 17 ekor
Desa Sinunukan III: 24 lembu dan 3 kambing, total 27 ekor
Desa Airapa: 9 lembu dan 6 kambing
Kerbau: total 17 hewan qurban
Desa Bintungan Bejangkar Baru: 14 lembu dan 3 kambing
Desa Kampung Kapas II: 9 lembu
Desa Pasput: 7 lembu
Desa Sinunukan II: 37 ekor lembu
Desa Sinunukan Central: 12 lembu
Desa Sinunukan I: 25 lembu dan 4 kambing
Desa Sidomakmur: 11 lembu
Camat Sinunukan, Abdi Negara Pulungan, melalui sambungan telepon seluler kepada awak media menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh masyarakat Kecamatan Sinunukan.
Atas tingginya semangat berqurban tahun ini beliau juga sampaikan titip salam dari ketua TP. PKK Kecamatan Sinunukan atas kelompok pengajian ibu ibu Widodaren yang berpartisipasi jalannya pelaksanaan pemotongan hewan qurban.
“Ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan rasa kebersamaan masyarakat yang masih sangat tinggi. Saya memberikan applaus kepada seluruh masyarakat Kecamatan Sinunukan atas jumlah hewan qurban sebanyak 252 ekor yang disembelih tahun ini,” ujarnya.
Sementara itu,
Kepala KUA Kecamatan Sinunukan, Ali Mora Siagian, juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang terus melaksanakan ibadah qurban setiap tahunnya.
Ia berharap semangat berbagi dan nilai-nilai kebersamaan melalui ibadah qurban dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh positif bagi generasi muda maupun masyarakat luas.
Pelaksanaan penyembelihan hewan qurban di seluruh desa berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat gotong royong masyarakat.



