Wali Kota Batam dan Wakilnya Buka Forum Konsultasi Publik RKPD 2027, Tekankan Pembangunan Berkeadilan

0
21

Batam, Kepulauan Riau, garis data.com – Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra secara resmi membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal RKPD) Kota Batam Tahun 2027 di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Selasa (6/1/2026).

Acara ini menandai langkah strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah, di mana pemerintah membuka ruang dialog terbuka dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kebijakan selaras dengan kebutuhan riil masyarakat.

Amsakar Achmad menekankan bahwa forum konsultasi publik bukan sekadar formalitas, melainkan sarana partisipatif krusial untuk memastikan perencanaan pembangunan tepat sasaran dan berdampak langsung. “Kami berharap forum ini menghasilkan masukan konstruktif agar RKPD yang disusun realistis dan bermanfaat bagi masyarakat Batam,” ujarnya, menandakan komitmen pemerintah untuk melibatkan masyarakat dalam setiap tahap perencanaan.

Dalam konteks yang lebih luas, kinerja pembangunan Batam dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif yang menggembirakan. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,69 persen, yang kemudian naik menjadi 6,89 persen hingga Triwulan III 2025, melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau maupun nasional. Pertumbuhan ini diperkirakan terus membaik pada 2025, didorong oleh penguatan sektor industri, perdagangan, dan pariwisata.

Tidak hanya ekonomi, kesejahteraan masyarakat juga terus meningkat. Persentase penduduk miskin menurun drastis dari 5,02 persen pada 2023 menjadi 4,85 persen pada 2024, dan kembali turun menjadi 3,81 persen pada 2025, atau sekitar 68.040 jiwa—angka terendah dalam lima tahun terakhir. Indikator lain seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 83,32 menjadi 83,80, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen. Di sektor pariwisata, Batam mencatat pemulihan kuat dengan 1,32 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2024, dan 1,29 juta hingga Oktober 2025. PDRB per kapita Batam juga melonjak menjadi Rp182,5 juta pada 2024, memperkuat daya saing ekonomi daerah.

Pada forum tersebut, Pemko Batam memaparkan 15 proyek strategis untuk tahun 2026, yang difokuskan pada penguatan infrastruktur dasar, pendidikan, lingkungan, serta peningkatan pelayanan publik. Proyek prioritas meliputi pembangunan jalan Simpang Sei Pancur–Simpang Kampung Bagan, drainase Jalan S. Parman di kawasan Piayu, revitalisasi Gedung Beringin, pembangunan TPS3R Sei Beduk, serta penguatan sarana pengelolaan sampah. Di bidang pendidikan, rencana mencakup pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMP Negeri Botania Batam dan USB SD Negeri 011 Batam Kota, ditambah pengadaan seragam sekolah dan baju Melayu untuk siswa SD dan SMP. Untuk layanan dasar, pemerintah menyiapkan pembangunan SPAM Teluk Nipah di Kelurahan Galang Baru serta pengadaan obat-obatan guna mendukung kualitas layanan kesehatan.

Tema pembangunan Kota Batam tahun 2027 yang ditetapkan adalah “Pemantapan Kemandirian Masyarakat dan Keadilan Pembangunan,” menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan pemerataan pembangunan hingga wilayah pulau dan hinterland. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen agar pembangunan Batam berjalan adil, merata, dan berkelanjutan,” tegas Amsakar, menutup forum dengan pesan optimis untuk masa depan Batam yang lebih sejahtera. ( Hendra )

IKLAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini