BANDUNG, GarisData.com – Universitas Sindang Kasih (USK) Majalengka memperoleh doktor bidang Administrasi Pendidikan pertama pada usianya yang ke-2. Dosen sekaligus Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK Majalengka, Arip Amin, menyelesaikan sidang terbuka dengan Indeks Prestasi 4,00 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada Rabu (14/1/2026).
Disertasinya berjudul “Model Manajemen Mutu Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi Berbasis Kepemimpinan Transformasional dan Kesehatan Organisasi (Studi pada Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDIKTI IV Wilayah Jawa Barat dan Banten Regional Wilayah 3 Cirebon)”. Dalam pemaparan, ia menyatakan bahwa akreditasi PTS selama ini sering dipahami hanya sebagai proses administratif berbasis dokumen, padahal mutu institusi sangat dipengaruhi kemampuan pimpinan membangun komitmen kolektif, menyatukan visi, dan menciptakan iklim kerja yang sehat.
Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory sequential. Analisis kuantitatif melibatkan 446 sampel dosen dan tenaga kependidikan, diolah dengan Structural Equation Modeling, kemudian diperdalam dengan data kualitatif. Hasilnya membuktikan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kesehatan organisasi, yang selanjutnya berdampak pada manajemen mutu akreditasi. Kesehatan organisasi berperan sebagai mekanisme penguat pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap keberlanjutan mutu.
Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan model “CULEM” yang terdiri dari lima komponen:
– Commitment: Komitmen pimpinan dan sivitas akademika terhadap mutu
– Unity: Kesatuan visi dan arah institusi
– Leadership: Peran kepemimpinan transformasional sebagai penggerak perubahan
– Excellence: Orientasi keunggulan berkelanjutan
– Mentality: Budaya mutu dalam praktik keseharian organisasi
Model ini bukan hasil pencarian akronim, melainkan sintesis dari analisis teoritik dan empiris yang kemudian diberi nama untuk memudahkan pemahaman dan implementasi. Disertasi dinilai relevan dengan kebijakan pendidikan tinggi nasional sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012, yang menekankan bahwa akreditasi harus mencerminkan mutu nyata dan berkelanjutan.
Nilai praktis penelitian terletak pada kemampuan adaptasinya bagi PTS dengan keterbatasan sumber daya, dengan fokus pada penguatan kepemimpinan, kesatuan visi, dan iklim kerja yang sehat. Disertasi ini diharapkan menjadi rujukan akademik dan kebijakan dalam pembinaan mutu PTS, serta mendorong pergeseran orientasi akreditasi dari pemenuhan dokumen ke penguatan organisasi dan budaya mutu berkelanjutan.
Sidang terbuka dihadiri sekitar 100 orang secara langsung dan 64 orang melalui daring. Penguji eksternal adalah Prof. Dr. H. Farihin Nur M.Pd dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sementara penguji internal dipercayakan kepada Dr. Sururi M.Pd. Prof. Dr. H. Diding Nurdin M.Pd bertindak sebagai promotor, dengan Prof. Dr. H. Djam’an Satori M.A sebagai ko-promotor dan Dr. Suryadi M.Pd sebagai anggota promotor. Sidang dipimpin oleh Dr. Sardin M.Si. Dengan demikian, Dr. Arip Amin, M.Pd menjadi Doktor ke-60 Prodi Administrasi Pendidikan dan Doktor ke-292 di Fakultas Ilmu Pendidikan UPI Bandung.







