MAJALENGKA, GarisData.com – Sejarah baru tercipta di Desa Dahian Tunggal, Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Untuk pertama kalinya, kolaborasi lintas provinsi yang melibatkan akademisi dari Cirebon, Jawa Barat, hadir membawa perubahan signifikan bagi ekosistem ekonomi kreatif di pedalaman Kalimantan.
Melalui Program Riset dan Pemberdayaan Masyarakat “PRISMA 3.0”, Rafiq Firmansyah – mahasiswa Program Studi D4 Pembangunan Pedesaan dan Ekonomi Masyarakat Politeknik SCI (Poltek SCI) Cirebon – terjun langsung melakukan pendampingan kepada pelaku usaha lokal. Sebagai anggota Kelompok 19, kehadirannya menjadi angin segar bagi percepatan pertumbuhan ekonomi desa.
Q
Fokus utama pendampingan diarahkan pada pengembangan UMKM kuliner “Kentaki”, usaha ayam goreng modifikasi lokal yang kini menjadi motor penggerak ekonomi warga. Sebelumnya hanya mengandalkan penjualan konvensional tatap muka, kini “Kentaki” mulai merambah ranah digital.
Mahasiswa Poltek SCI memberikan sentuhan inovasi pada strategi pemasaran dengan menggabungkan tiga pilar utama:
– Penjualan Langsung: Memperkuat layanan di gerai fisik
– Layanan Pesan Singkat: Mempermudah pemesanan jarak jauh bagi warga sekitar
– Optimalisasi Media Sosial: Memperluas jangkauan pasar hingga ke wilayah perkotaan dan wisatawan
Menciptakan Efek Domino Ekonomi
Transformasi UMKM Kentaki tidak hanya berdampak pada pemilik usaha, tetapi juga menciptakan multiplier effect (efek domino) bagi kesejahteraan Desa Dahian Tunggal. Usaha ini mulai membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga setempat dan memicu gairah ekonomi kreatif di tingkat desa.
Tokoh masyarakat setempat memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurut mereka, manajemen usaha yang modern dan terukur sangat krusial dalam memperkuat ketahanan ekonomi desa, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang tidak menentu.
Kemandirian dari Desa untuk Bangsa
Keberhasilan program ini juga tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah yang selaras dengan pelatihan teknologi pemasaran digital. Dengan akses pasar daring, produk kuliner unggulan Desa Dahian Tunggal kini memiliki daya saing yang lebih luas.
Sinergi antara semangat lokal warga Katingan dengan wawasan akademis dari mahasiswa asal Cirebon membuktikan bahwa inovasi besar tidak harus selalu dimulai dari kota metropolitan. Dari sebuah usaha kuliner di sudut desa, kini tercipta jalan menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.







