Garisdata.com | Mandailing Natal, Bendahara Satuan Mahasiswa Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (SATMA AMPI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Muhammad Saleh, mendesak Polres Madina untuk memprioritaskan pemberantasan bandar narkoba daripada fokus melakukan penangkapan terhadap warga pasca-insiden di Kecamatan Muara Batang Gadis.
Pernyataan tegas ini disampaikan di Mandailing Natal pada Minggu (28/12/2025), menyikapi penangkapan sejumlah warga setelah peristiwa pembakaran Polsek Muara Batang Gadis (MBG).
Muhammad Saleh menilai tindakan anarkis masyarakat tersebut merupakan bentuk spontanitas dan puncak kekecewaan warga terhadap peredaran narkoba yang telah bertahun-tahun meresahkan namun tidak ditangani secara serius oleh aparat.
“Pergerakan masyarakat, termasuk kalangan ibu-ibu, adalah luapan kekecewaan akibat narkoba yang dibiarkan merajalela. Penegakan hukum tidak boleh hanya tajam ke bawah. Polres Madina seharusnya menangkap pengedar dan bandar besar, bukan fokus pada warga yang bereaksi atas keresahan panjang,” tegas Saleh.
Selain mengkritik aparat, SATMA AMPI juga menyoroti sikap Pemerintah Daerah dan DPRD Madina yang terkesan abai terhadap akar permasalahan ini. Menurut Saleh, inti persoalan terletak pada lemahnya pencegahan dan minimnya tindakan tegas terhadap aktivitas narkoba di wilayah tersebut.
SATMA AMPI Madina menegaskan bahwa rasa keadilan harus menjadi roh utama dalam penegakan hukum. Mereka mendesak kepolisian dan pemerintah untuk menunjukkan komitmen nyata membongkar jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya, agar masyarakat tidak terus menjadi korban dari perusak generasi yang dibiarkan bebas.





