SIDIKALANG, SUMUT – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang menyatakan pihak Badan Gizi Nasional (BGN) belum melunasi biaya perawatan ratusan siswa yang menjadi korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 9-10 Februari 2026 lalu.
Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Sidikalang, dr. Lestina Sianturi, mengungkapkan total pasien yang ditangani mencapai 149 siswa dengan total tagihan sebesar Rp256.854.020.
“Sampai saat ini, BGN belum membayarkan tagihan biaya pengobatan siswa terdampak. Tagihan sudah kami sampaikan sesuai jumlah pasien yang dirawat,” ujar dr. Lestina saat dikonfirmasi, Senin (13/4/2026).
Lestina menjelaskan, proses administrasi sempat terkendala revisi tujuan surat. Pihak rumah sakit telah mengirimkan kembali berkas tagihan pada 5 Maret 2026, namun hingga kini belum ada realisasi pembayaran.
Kondisi serupa dialami RSU Serenapita yang menangani sekitar 100 pasien dalam kasus yang sama. Pihak rumah sakit terus menjalin koordinasi dengan BGN mengenai rincian tagihan tersebut.
Menanggapi hal ini, Koordinator BGN Wilayah Dairi, Pahlawan Nasution, memastikan bahwa proses pencairan dana masih berjalan di tingkat pusat. “Proses pengajuan pembayaran saat ini masih berlangsung di pusat,” singkatnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Sumatera Utara telah merilis hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan MBG. Hasilnya, ditemukan cemaran mikrobiologi pada dua sampel makanan yang berasal dari SMK Swasta HKBP Sidikalang dan SMK Arina Sidikalang.
Cemaran tersebut diduga kuat menjadi penyebab ratusan siswa mengalami gejala keracunan hingga harus mendapatkan perawatan medis intensif. Publik kini menyoroti tanggung jawab pembiayaan serta menuntut evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program nasional ini ke depan. (SN)






