MAJALENGKA, GarisData.com – Peringatan Hari Jadi Majalengka ke-186 resmi dimulai, dengan jalan santai sebagai kegiatan perdana yang meramaikan kecamatan Talaga. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan yang digelar serentak di tiga wilayah besar, dan Kecamatan Talaga menjadi salah satu lokasi utama dalam wilayah Majalengka Selatan yang mencakup sembilan kecamatan.

Masyarakat Talaga antusias mengikuti jalan santai perdana tersebut, yang dikemas sederhana namun sarat makna sesuai dengan arahan Bupati Majalengka, Eman Suherman. Selain jalan santai, beberapa kegiatan lain seperti olahraga dan aktivitas sosial kemasyarakatan juga diselenggarakan untuk melibatkan partisipasi langsung masyarakat.

“Hari ini merupakan rangkaian pertama peringatan Hari Jadi Majalengka. Kegiatan dilaksanakan di tiga wilayah agar seluruh masyarakat, termasuk yang berada di Kecamatan Talaga, bisa ikut merasakan dan terlibat,” ujar Eman Suherman.

Dalam kesempatan yang sama, juga terjadi momen bersejarah di wilayah sekitar Talaga, yaitu di Itiran Masal, di mana seorang warga berusia 26 tahun memutuskan untuk menjadi mualaf dan ikut meramaikan peringatan hari jadi kabupaten.

Eman menjelaskan bahwa peringatan tahun ini mengacu pada penetapan tanggal baru Hari Jadi Majalengka, yang sebelumnya diperingati setiap 7 Juni. Perubahan ini berdasarkan hasil penelusuran sejarah komprehensif yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis dan yuridis.

“Penetapan hari jadi ini bukan lagi berdasarkan cerita atau mitos, tetapi berdasarkan fakta yuridis. Data ditemukan di Arsip Nasional, termasuk dokumen distrik yang ada di DNH dan arsip Belanda,” jelasnya.

Berdasarkan kajian tersebut, Hari Jadi Kabupaten Majalengka ditetapkan pada 11 Februari 1840, menjadikannya salah satu kabupaten tertua di Indonesia yang pada tahun ini genap berusia 186 tahun.

Bupati menegaskan bahwa tanggal 11 Februari akan menjadi acuan resmi ke depan dan akan dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya, dengan kegiatan seperti jalan santai di Kecamatan Talaga yang akan terus menjadi bagian dari rangkaian perayaan.

“Mulai tahun ini dan seterusnya, peringatan Hari Jadi Majalengka akan dilaksanakan setiap tanggal 11 Februari. Ini sekaligus menjadi bagian dari sosialisasi kepada masyarakat di seluruh kecamatan, termasuk Talaga,” katanya.

Ia menambahkan bahwa rangkaian kegiatan ke depan akan mencakup berbagai bidang mulai dari olahraga, sosial, keagamaan, hingga kebudayaan, dengan tetap mengedepankan prinsip murah, meriah, efektif, dan efisien. Fokus utama adalah praktik sosial yang akan menjangkau masyarakat kurang mampu di Kecamatan Talaga.

“Kami tidak meminta sumbangan rakyat. Justru momentum ini kami gunakan agar masyarakat yang kurang mampu bisa merasakan manfaat dan tahu bahwa hari ini adalah Hari Jadi Majalengka,” tegasnya.

Selain itu, Pemkab Majalengka juga berkomitmen mengangkat kembali nilai-nilai budaya dan sejarah daerah, termasuk situs-situs bersejarah serta potensi wisata di Kecamatan Talaga yang perlu dipublikasikan dan dihargai.

“Kami ingin mengangkat budaya, bukan tradisi yang bertentangan dengan nilai keagamaan. Semua ini penting untuk memperkuat identitas daerah,” pungkas Eman.

IKLAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini