MAJALENGKA,Garisdata.com – Upaya meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, yang dilakukan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Mahasiswa Politeknik SCI melaksanakan kegiatan PKM berupa kunjungan lapangan dan pendampingan pengelolaan bank sampah di Desa Kumbung sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan sampah yang masih menjadi tantangan di banyak wilayah pedesaan, termasuk Desa Kumbung. Sampah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap serta berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Desa Kumbung bersama warga setempat telah menginisiasi pengelolaan bank sampah sebagai solusi jangka panjang untuk menjaga kebersihan desa.

Melalui program PKM ini, mahasiswa Politeknik SCI berupaya menambah wawasan dan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada pembuangan, tetapi juga pemanfaatan dan nilai ekonomis. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami praktik pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Kegiatan PKM dilaksanakan di Desa Kumbung, pada 23 DESEMBER 2025, dengan skema (Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Bank Sampah Berbasis Lingkungan Berkelanjutan). Program ini mengusung tema (Penguatan Pengelolaan Bank Sampah Desa Kumbung melalui Pendampingan dan Edukasi Lingkungan), dengan fokus pada (Pendampingan dan edukasi pengelolaan bank sampah berbasis partisipasi masyarakat melalui pemilahan sampah, pemanfaatan sampah bernilai ekonomis, serta inovasi pengolahan sampah organik). Tim PKM terdiri atas dosen sebagai pembimbing utama, serta ketua tim dan anggota nya SYAHRUL (ketua), ARYA, DIMAS, RIZKI, FAHMI, FERDI, ELSA , FAZAH, ROHMAH, FINA, IMA, RIMA & AINA  yang melibatkan mahasiswa Politeknik SCI. Adapun mitra kegiatan adalah Pemerintah Desa Kumbung dan pengelola Bank Sampah Desa Kumbung.

Bentuk kegiatan PkM yang dilaksanakan meliputi kunjungan lapangan, observasi, dan pendampingan terhadap sistem pengelolaan bank sampah yang telah berjalan di Desa Kumbung. Mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap proses pengumpulan, pemilahan, hingga pemanfaatan sampah yang dilakukan oleh pengelola desa bersama masyarakat.

Saat ini, pengelolaan bank sampah Desa Kumbung telah berjalan dengan cukup tertata. Setiap kepala keluarga dikenakan iuran bulanan yang terjangkau, sementara petugas kebersihan desa bertugas mengambil sampah dari rumah warga. Masyarakat hanya perlu meletakkan sampah di depan rumah menggunakan plastik atau karung, meskipun waktu pengambilan sampah masih belum menentu.

Dalam praktiknya, sampah yang terkumpul dikelola menjadi tiga kategori utama. Pertama, sampah yang masih memiliki nilai ekonomis dan dapat dijual kembali. Kedua, sampah yang dimusnahkan melalui pembakaran menggunakan tungku khusus dengan suhu tinggi. Ketiga, sampah residu yang dikumpulkan di satu lokasi karena ke depan area tersebut direncanakan akan dikembangkan menjadi koperasi desa.

Selain itu, pengelolaan bank sampah Desa Kumbung juga memanfaatkan sampah organik melalui budidaya maggot. Inovasi ini dinilai efektif untuk mengurangi bau menyengat di lokasi pengelolaan sampah. Maggot yang dihasilkan memiliki nilai jual dengan kisaran harga Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram, sehingga memberikan tambahan manfaat ekonomi bagi pengelola. Abu hasil pembakaran sampah pun dimanfaatkan kembali sebagai bahan campuran untuk media tanam.

Peran dosen dalam kegiatan PKM ini adalah memberikan pendampingan, arahan, serta penguatan pemahaman konseptual mengenai pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Sementara itu, mahasiswa berperan aktif dalam proses observasi lapangan, diskusi dengan pengelola bank sampah, serta dokumentasi kegiatan sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran.

Ketua tim PKM, (Syahrul), menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Kumbung.

“Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat sistem yang sudah berjalan,” ujarnya.

Mitra kegiatan dari Desa Kumbung juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam program PKM ini. Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi memberikan motivasi tambahan bagi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan desa dan mengembangkan pengelolaan bank sampah secara lebih optimal.

Dampak dari kegiatan PKM ini mulai dirasakan oleh masyarakat, terutama meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah dan pemanfaatannya. Bank sampah tidak lagi dipandang sebagai tempat pembuangan semata, melainkan sebagai sarana pemberdayaan dan peluang ekonomi desa.

Ke depan, tim PKM berharap kegiatan ini dapat berlanjut melalui kerja sama berkelanjutan antara Politeknik SCI dan Pemerintah Desa Kumbung. Pendampingan lanjutan diharapkan mampu memperkuat kelembagaan bank sampah serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan desa.***

IKLAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini