MAJALENGKA, GarisData.com — Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar hari ini dijadikan momentum penting untuk memperkuat silaturahmi dan konsolidasi dengan berbagai elemen masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua DPD PKS Kabupaten Majalengka, H. Deden Hardian Narayanto, S.T.

Kegiatan tidak hanya melibatkan kader internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), tetapi juga dihadiri berbagai elemen masyarakat dari sejumlah daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Majalengka. “Alhamdulillah, kegiatan hari ini merupakan peringatan Isra Mi’raj yang kita jadikan momentum untuk bersilaturahmi dan berkonsolidasi, bukan hanya dengan struktur PKS, tetapi juga dengan elemen-elemen lainnya,” ujarnya.

Acara menghadirkan penceramah KH. Nonop Hanafi M.Pd.I asal Kabupaten Ciamis yang dikenal dengan dakwah dan gerakan keumataannya. Kehadirannya dinilai mampu memberikan semangat dan inspirasi bagi para peserta.

Menurut Deden, peserta hadir tidak hanya dari satu atau dua dapil, melainkan dari lima dapil di Kabupaten Majalengka. Struktur partai dari tingkat DPC hingga DPRa juga diundang mengikuti kegiatan tersebut. “Target awal kami sekitar 300 peserta, namun yang hadir mencapai lebih dari 400 orang. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan nilai-nilai hikmah Isra Mi’raj yang dapat dijadikan pedoman bagi partai politik, khususnya dalam menjaga keseimbangan hubungan vertikal dengan Tuhan dan hubungan horizontal dengan masyarakat. “Isra Mi’raj mengajarkan bagaimana kita menjaga hubungan vertikal kepada Allah SWT dan hubungan horizontal dengan sesama. Sebagai partai politik, kami harus hadir melayani masyarakat tanpa melupakan kekuatan spiritual,” ungkapnya.

Ia menambahkan, shalat sebagai oleh-oleh utama peristiwa Isra Mi’raj menjadi pengingat bagi seluruh kader PKS agar senantiasa menjadikan ibadah sebagai prioritas dalam kehidupan dan pengabdian sosial-politik.

Terkait agenda partai ke depan, Deden menyampaikan terdapat dua fokus utama yang terus diperkuat, yakni kaderisasi dan pelayanan publik. Kaderisasi diarahkan untuk memperkuat struktur hingga tingkat akar rumput, sementara pelayanan publik difokuskan pada isu-isu strategis seperti BPJS, pendidikan, dan kesehatan. “Saat ini struktur kader kami hampir mencapai 500 orang, dan total kader sekitar 16.000. Ini akan terus kami dorong agar semakin solid dan siap melayani masyarakat,” jelasnya.

Meski tidak dihadiri perwakilan DPR RI maupun DPRD Provinsi karena agenda lain, Deden menegaskan semangat kebersamaan dan partisipasi masyarakat tetap menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

IKLAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini