Rabu, Maret 4, 2026
Form Iklan
BerandaBeritaPergantian Kapolres Madina Tercoreng, Polsek MBG Dibakar, Pajar Nilai Aparat Gagal Tegakkan...
CSS Marquee Effect Example

SELAMAT DATANG DI WEBSITE BERITA GARISDATA.COM IKUTI KAMI UNTUK MENGETAHUI PERKEMBANGAN BERITA DAERAH ANDA

Form Iklan
Form Iklan

Pergantian Kapolres Madina Tercoreng, Polsek MBG Dibakar, Pajar Nilai Aparat Gagal Tegakkan Hukum

Mandailing Natal,Garisdata.com — Pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Resor (Polres) Mandailing Natal (Madina) diwarnai insiden pembakaran Mapolsek Muara Batang Gadis (MBG) oleh sekelompok warga. Peristiwa tersebut terjadi bertepatan dengan momentum pergantian Kapolres Madina dan memicu sorotan tajam terhadap kinerja aparat kepolisian serta kehadiran negara dalam menjamin rasa keadilan dan keamanan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi pembakaran Polsek Muara Batang Gadis dipicu oleh akumulasi kekecewaan warga terhadap penanganan sejumlah persoalan hukum di wilayah tersebut. Warga menilai aparat penegak hukum lamban dan tidak tegas dalam merespons berbagai bentuk keresahan masyarakat, khususnya terkait persoalan peredaran narkoba.

Aktivis Mandailing Natal, Pajarur Rohman, menilai peristiwa tersebut merupakan bukti nyata kegagalan penegakan hukum di wilayah Hukum Polres Madina Menurutnya, kemarahan warga tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan akibat ketidakpercayaan yang telah terbangun dalam waktu lama.

“Peristiwa ini tidak berdiri sendiri. Ini merupakan akumulasi dari rasa ketidakadilan yang dirasakan masyarakat dalam waktu lama. Ketika hukum tidak hadir secara adil dan tegas, masyarakat akhirnya meluapkan kekecewaan dengan cara yang keliru,” ujar Pajarur Rohman.

Ia menegaskan, pergantian Kapolres Madina harus dijadikan momentum evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kepolisian, terutama dalam penanganan kasus-kasus yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Pajarur juga menyoroti lemahnya penindakan terhadap peredaran narkoba yang dinilai semakin merusak generasi muda di Mandailing Natal.

“Penegakan hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Jika kondisi ini terus dibiarkan, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian akan semakin tergerus,” tambahnya.

Pajarur Rohman mendesak agar aparat kepolisian tidak hanya fokus pada penindakan pascakejadian, tetapi juga melakukan pembenahan internal, evaluasi kinerja, serta mengedepankan pendekatan humanis dan transparan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.(Tim/HPL)

Form Iklan Form Iklan
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

spot_img
Example

PASANGKAN IKLAN ANDA

Hubungi Kami

spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular

error: Content is protected !!