Membawa tema “Menjaga Tuah dan Menjaga Marwah, Menyemai Kepemimpinan Beradat di Negeri Bertuah”, pelantikan ini menegaskan posisi PMII sebagai garda terdepan dalam menjaga integrasi nilai keislaman, kebangsaan, dan kearifan lokal Riau.
Acara ini menjadi panggung sinergi antara aktivis mahasiswa dengan jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Drs. Ingot Ahmad Hutasuhut, yang hadir mewakili Walikota, menitipkan harapan agar PMII terus melahirkan kader berintegritas.
“Pemerintah kota mengapresiasi PMII yang konsisten menjadi wadah kaderisasi bagi calon pemimpin masa depan,” ujar Ingot Ahmad dalam sambutannya.
Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri, mendorong PMII untuk tetap menjadi mitra kritis pemerintah dalam mengawal kebijakan pembangunan daerah.
Dukungan juga mengalir dari jajaran TNI-Polri, KPU Provinsi Riau, serta Bawaslu Kota Pekanbaru yang hadir sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan mahasiswa yang konstruktif dan demokratis.
Kehadiran tokoh adat Riau, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, memberikan bobot moral tersendiri. Ia menegaskan pentingnya mahasiswa sebagai generasi penerus untuk menjaga kehormatan negeri. Ketua PC PMII Pekanbaru yang baru dilantik, Muhammad Arsyad, menyatakan kesiapannya membawa organisasi menuju arah yang lebih progresif.
“Kami berkomitmen penuh untuk membesarkan PMII di Kota Pekanbaru dan memastikan organisasi ini memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegas Arsyad.
Sekretaris Cabang, Gusti Pardamean, dan Bendahara Umum, Amiruddin Hasan, turut mengapresiasi soliditas panitia di bawah komando Muhammad Idris Dongoran yang berhasil menyelenggarakan pelantikan ini dengan meriah dan penuh dukungan dari berbagai elemen, termasuk dari Pengurus Besar (PB) PMII dan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Riau.
Dengan pelantikan ini, PC PMII Pekanbaru periode 2025–2026 resmi memulai langkah barunya dalam memperkuat tradisi intelektual mahasiswa serta menjaga nilai Ahlussunnah Wal Jama’ah di Bumi Lancang Kuning. ***




