TAPANULI TENGAH – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) yang tidak menyelenggarakan agenda Safari Ramadan pada tahun 1447 H/2026 M memicu sorotan publik. Pasalnya, kegiatan yang biasanya menjadi agenda rutin di berbagai masjid tersebut kini tampak absen di hampir seluruh wilayah kabupaten.
Ketiadaan Safari Ramadan tahun ini menuai kekecewaan dari sejumlah kalangan masyarakat. Selama ini, kegiatan tersebut dianggap sebagai jembatan silaturahmi dan sarana komunikasi langsung antara pejabat pemerintah daerah dengan warga di tingkat akar rumput.
“Safari Ramadan itu bukan sekadar rutinitas, tapi momen warga menyampaikan aspirasi langsung kepada pimpinan daerah. Jika ditiadakan tanpa alasan, tentu kami merasa kehilangan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemkab Tapteng mengenai alasan di balik peniadaan kegiatan tahunan tersebut. Ketidakpastian informasi ini memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat, mulai dari isu efisiensi anggaran hingga persoalan manajerial di internal pemerintahan.
Sejumlah pengamat menilai, transparansi dari pemerintah daerah sangat diperlukan guna menghindari persepsi negatif. Tanpa klarifikasi yang jelas, kondisi ini dikhawatirkan dapat menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam menjaga hubungan sosial dan keagamaan di Tapanuli Tengah. (SN)




