Garisdata.com | Mandailing Natal (Panyabungan), 17 Januari 2026 — Alun-Alun Panyabungan menjadi pusat perhatian saat puluhan pelajar SMA sederajat berkumpul untuk belajar adat Mandailing. Kegiatan bertajuk “Marsiajar Markobar dan Maradat” ini sukses digelar atas kolaborasi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, Mandala Project, SATMA AMPI STAIN Madina, dan sejumlah komunitas seni lainnya.

Baca lagi : Usut Tuntas Aktor Intelektual PETI dan TPPU, SATMA AMPI Dukung Penuh Kapolres Madina

Kegiatan perdana ini dirancang sebagai ruang belajar terbuka bagi generasi muda untuk mendalami seni markobar (seni berbicara adat) dan tata cara beradat Mandailing.

Ketua Mandala Project, Syafrizal Rangkuti, menjelaskan bahwa program ini adalah bentuk komitmen untuk menjaga identitas lokal. “Kami ingin membuka ruang bagi anak muda agar budaya Mandailing tetap hidup dan relevan di tengah zaman,” ujarnya.

Baca Lagi: Aktivitas Tong Emas Diduga Ilegal Mencuat, Satma AMPI Madina Ambil Langkah Hukum

Antusiasme peserta terlihat sejak acara dimulai. Hal ini pun disyukuri oleh Muhammad Ramly Lubis, Ketua DPK SATMA AMPI STAIN Madina. “Alhamdulillah, sesi perdana ini berjalan lancar. Melihat semangat para pelajar, kami semakin termotivasi untuk menjadikan pelatihan ini sebagai agenda rutin,” kata Ramly.

Selain sebagai sarana edukasi, kegiatan ini diharapkan mampu mengubah Alun-Alun Panyabungan menjadi pusat pembelajaran budaya yang inklusif bagi masyarakat luas. Dengan adanya regenerasi ini, nilai-nilai luhur Mandailing diharapkan tidak pudar dan terus berlanjut ke masa depan. ***

IKLAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini