MAJALENGKA, GarisData.com – Perguruan tinggi berperan strategis dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh mahasiswa Politeknik SCI dengan mendampingi UMKM Toge dan Kacambah Zafir di Desa Kumbung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman produksi pangan segar sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal.
PKM berbasis pendampingan dan edukasi ini menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik usaha nyata. UMKM Toge dan Kacambah Zafir dipilih karena berperan signifikan dalam memenuhi kebutuhan sayuran segar bagi masyarakat Majalengka dan sekitarnya. Berdiri sejak 2023, UMKM ini menghadapi tantangan produksi, pengendalian kualitas, dan konsistensi hasil panen, meskipun permintaan pasar terhadap toge dan kacambah sebagai bahan pangan harian terus meningkat.
Dilaksanakan pada tahun 2025 di lokasi produksi UMKM, kegiatan meliputi kunjungan lapangan, observasi proses produksi, diskusi interaktif, dan pendampingan manajemen produksi. Mahasiswa mempelajari tahapan produksi mulai dari pemilihan bahan baku kacang hijau, perendaman, penyiraman, hingga panen. UMKM menggunakan bahan baku berkualitas dengan kebutuhan hingga 1,5 ton per periode produksi dan kapasitas harian sekitar 4 kuintal (dari 65 kilogram kacang hijau) dengan siklus tiga hari. Prosesnya menekankan penyiraman rutin dan pengendalian kelembapan.
Pemilik UMKM menyampaikan bahwa pengalaman mengelola air minum rumahan di pondok pesantren menjadi dasar memulai usaha ini, karena kualitas air berpengaruh pada hasil panen. Tantangan yang dihadapi antara lain kualitas toge yang terlalu besar sehingga cepat layu, yang diatasi melalui pengaturan suhu, intensitas penyiraman, dan manajemen penyimpanan yang lebih baik. Saat ini, UMKM memiliki tiga cabang distribusi yang melayani pedagang pasar dan konsumen rumah tangga di Majalengka.
Kegiatan ini dipimpin oleh dosen Muhammad Khoirul Umam, M.M., dengan melibatkan mahasiswa dari Program Studi Bisnis Digital (BD) dan Pembangunan Pedesaan Ekonomi Masyarakat (PPEM). Ketua tim PKM Muhammad Syahrul Barzanji menyatakan bahwa kegiatan ini bermanfaat bagi kedua belah pihak – mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan, sedangkan UMKM mendapatkan wawasan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing usaha. Pemilik UMKM juga menyambut positif kegiatan ini dan berharap usaha dapat terus berkembang serta memperluas jaringan pemasaran.
Secara umum, kegiatan ini meningkatkan pemahaman UMKM terkait pengendalian kualitas, efisiensi proses, dan keberlanjutan usaha. Bagi masyarakat, keberadaan UMKM yang berkembang mendukung ketersediaan sayuran segar dengan harga terjangkau. Ke depan, tim PKM berharap kegiatan pendampingan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan direplikasi di wilayah lain untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan daerah.***






