BATAM,GarisData.com – Program Riset dan Pemberdayaan Masyarakat (PRISMA) 3.0 menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Didi Junaedi, mahasiswa Politeknik Siber Cerdika Internasional (SCI) Cirebon dari Kelompok 19 PRISMA 3.0, melakukan pendampingan pada UMKM di Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota.
Dalam program ini, Didi fokus mendampingi Getuk Piayu, usaha kuliner tradisional milik Ibu Anna yang berlokasi di depan Kantor Kelurahan Baloi Permai. Usaha ini telah lama menjadi penopang ekonomi lokal dengan menyajikan ragam olahan getuk khas Jawa yang tetap eksis di tengah masyarakat multikultural Kota Batam.
Melestarikan Kuliner Tradisional di Tengah Arus Modernisasi
Getuk Piayu menawarkan berbagai varian kudapan berbahan dasar singkong, pisang, dan ubi, antara lain getuk lindri dan ongol-ongol. Kehadirannya di Batam membuktikan bahwa panganan tradisional mampu beradaptasi dan tetap diminati masyarakat perkotaan.
Namun, usaha ini menghadapi tantangan klasik yang kerap dialami pelaku UMKM nasional, yaitu keterbatasan modal. Kendala ini menyebabkan sulitnya melakukan inovasi kemasan, diversifikasi produk, serta pengadaan alat produksi yang lebih efisien. Selain itu, ketatnya persaingan dengan jajanan modern juga menuntut usaha tradisional untuk melakukan strategi ekstra guna mempertahankan loyalitas pelanggan, terutama generasi muda.
Intervensi Mahasiswa Melalui Pendampingan Strategis
Melalui PRISMA 3.0, mahasiswa berperan sebagai fasilitator dengan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Pendampingan yang dilakukan mencakup tiga poin utama:
1. Pemetaan Masalah: Mengidentifikasi hambatan utama dalam operasional usaha.
2. Branding & Diferensiasi: Meningkatkan kesadaran akan pentingnya citra produk agar memiliki nilai jual lebih.
3. Digital Marketing: Memberikan edukasi awal mengenai pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar yang selama ini masih bersifat konvensional.
Mendorong UMKM “Naik Kelas”
Program pendampingan ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan bentuk kepedulian terhadap pelestarian identitas budaya melalui kuliner. Dengan kolaborasi sinergis antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah, diharapkan UMKM mampu bertahan dan bertransformasi menjadi usaha yang lebih profesional.
Program PRISMA 3.0 membuktikan bahwa peran mahasiswa sangat krusial sebagai jembatan antara teori ilmu pengetahuan dan kebutuhan riil masyarakat dalam memperkuat ekonomi lokal.***







