MAJALENGKA, GarisData.com – Manajemen PT Gistex Kasokandel Kabupaten Majalengka menyampaikan masukan kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Tenaga Kerja terkait penguatan kolaborasi dalam penyediaan dan peningkatan kualitas tenaga kerja. Hal ini disampaikan saat kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka ke perusahaan tersebut Pada Hari Rabu,(14/01/2026).
Manajer perusahaan menyatakan bahwa keterbatasan tenaga kerja terampil khususnya di bidang menjahit menjadi isu utama yang dihadapi. Untuk mengatasinya, pihaknya mengajak kerja sama dengan pemda dalam penyelenggaraan pelatihan, agar calon pekerja bisa dibekali keterampilan sesuai kebutuhan industri sebelum ditempatkan di lingkungan kerja.
“Selama ini kami cukup kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang sudah berpengalaman, terutama di bidang menjahit. Melalui skema kerja sama, mereka bisa langsung kami tempatkan di unit kerja setelah pelatihan selesai, dan kami harap mereka bisa bertahan serta berkembang bersama perusahaan,” ujarnya.
Hingga saat ini, PT Gistex terus melakukan pelatihan berkelanjutan dengan kapasitas sekitar 28 orang per hari dan durasi kurang lebih satu bulan hingga peserta dinilai siap bekerja.
Manajemen juga menyampaikan komitmen perusahaan terhadap pemenuhan kuota tenaga kerja penyandang disabilitas. Dengan jumlah tenaga kerja sekitar 1.800 orang, perusahaan harus memenuhi ketentuan perbandingan satu banding seratus, meskipun masih menghadapi tantangan.
Dalam kesempatan tersebut, pihak perusahaan juga berdiskusi langsung dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Majalengka yang menyepakati perlunya dukungan suplai tenaga kerja tetap maupun tidak tetap sesuai kebutuhan industri.
Saat ini, PT Gistex lebih banyak mempekerjakan tenaga kerja tetap, karena salah satu produknya untuk merek internasional Adidas mensyaratkan mayoritas pekerja memiliki status karyawan tetap.






