MAJALENGKA,Garisdata.com -Mahasiswa Politeknik SCI melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat(PKM)melalui agenda kunjungan ke UMKM Laundry AL-Ghozali Lilbanat,yang berlokasi di Bumi Sariem,Desa Kumbung.Kegiatan ini bertujuan untuk menambahkan wawan pemahaman Mahasiswa tentang proses pengelolaan usaha laundry secara langsung,mulai dari sistem operasional hingga manajemen pelayanan.

Laundry AL-Ghozali Lilbanat didirikan sejak Tahun 2023 dan mulai beroperasi resmi pada 15 Agustus 2023.Unit usaha ini berada di bawah naungan pesantren dibentuk sebagai upaya  menunjang kenyamanan para santri,khususnya dalam memenuhi kebutuhan kebersihan pakaian sehari hari.Kehadiran laundry ini menjadi solusi bagi santri agar lebih fokus pada kegiatan belajar dan ibadah.

Dalam operasionalnya, Laundry Al-Ghozali Lilbanat menerapkan sistem kerja yang terstruktur dan terjadwal dengan baik menunjang kebutuhan kebersihan para santri. Pengambilan laundry dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari dengan pembagian jadwal yang berbeda antara santri putri dan santri putra. Untuk santri putri, pengambilan cucian dilakukan setiap hari Selasa, Kamis, dan Minggu, dengan jumlah cucian yang cukup besar, yaitu sekitar 9–10 karung per hari. Sementara itu, santri putra memiliki jadwal pengambilan pada hari Senin, Rabu, dan Jumat dengan jumlah cucian sekitar 3–4 karung per hari. Setiap karung berisi kurang lebih 20–25 bag laundry, menyesuaikan kapasitas dan jenis pakaian yang dicuci. Perbedaan jumlah cucian ini dipengaruhi oleh jumlah santri serta intensitas penggunaan pakaian sehari-hari. Dengan pengaturan jadwal yang terstruktur, proses pencucian dapat berjalan secara efektif tanpa menumpuk pekerjaan dan tetap menjaga kualitas hasil cucian.

Dalam proses pencucian, kebutuhan bahan pembersih juga disesuaikan dengan jumlah cucian yang masuk setiap harinya. Untuk santri putri, penggunaan sabun mencapai sekitar 2 liter per hari, sedangkan untuk santri putra berkisar ½ liter per hari. Perbedaan ini menunjukkan adanya perhitungan yang matang dalam penggunaan bahan agar tetap efisien namun tidak mengurangi kualitas hasil cucian. Seluruh proses pencucian dilakukan menggunakan mesin laundry berstandar profesional yang telah memenuhi ketentuan kebersihan dan keamanan. Selain itu, para petugas laundry telah mendapatkan pelatihan khusus sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, sehingga setiap tahapan pencucian dilakukan secara sistematis dan terkontrol. Penerapan SOP ini sangat penting untuk menjaga konsistensi kualitas layanan serta meminimalkan risiko kesalahan selama proses pencucian.

Salah satu keunggulan utama dari Laundry Al-Ghozali Lilbanat adalah penerapan sistem satu mesin untuk satu santri. Sistem ini bertujuan untuk menghindari tercampurnya pakaian antar santri, sehingga risiko tertukar atau hilangnya pakaian dapat diminimalkan. Selain itu, sistem ini juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jasa karena privasi tetap terjaga. Tidak hanya mengutamakan kebersihan secara fisik, pihak laundry juga memperhatikan aspek kesucian pakaian, sehingga seluruh proses pencucian dilakukan sesuai dengan nilai-nilai yang dianut di lingkungan pesantren. Dengan demikian, hasil cucian tidak hanya bersih dan wangi, tetapi juga layak digunakan untuk kegiatan ibadah dan aktivitas harian santri.

Dari segi bahan, Laundry Al-Ghozali Lilbanat menggunakan kombinasi bahan pencuci seperti Texapon, Soda AS, NAD, Sodium Sulfat, SSTP, serta air sebagai bahan utama dalam proses pencucian. Sementara itu, untuk pewangi pakaian digunakan campuran metanol, fiksatif, dan bibit parfum berkualitas yang mampu menghasilkan aroma segar dan tahan lama. Pemilihan bahan-bahan tersebut dilakukan secara cermat agar aman digunakan, tidak merusak serat kain, serta tetap ramah bagi kulit. Dengan penggunaan bahan yang tepat, hasil cucian menjadi lebih bersih, lembut, dan nyaman saat digunakan oleh para santri dalam aktivitas sehari-hari.

Dari sisi biaya, Laundry Al-Ghozali Lilbanat menawarkan harga yang relatif terjangkau dan sesuai dengan kualitas layanan yang diberikan. Untuk jasa laundry pakaian, biaya yang dikenakan adalah sekitar Rp100.000 per bulan, sedangkan untuk laundry selimut dikenakan biaya sekitar Rp10.000 per selimut. Harga tersebut dinilai cukup ekonomis, mengingat layanan yang diberikan mencakup pencucian yang bersih, rapi, wangi, serta sistem pelayanan yang tertata dengan baik. Dengan biaya yang terjangkau ini, para santri dapat menikmati layanan laundry tanpa harus khawatir mengenai kualitas maupun kebersihan pakaian mereka.

Melalui kegiatan kunjungan ini, mahasiswa Politeknik SCI memperoleh pengalaman langsung mengenai pengelolaan usaha laundry berbasis pesantren. Mahasiswa tidak hanya mempelajari proses teknis pencucian, tetapi juga memahami sistem manajemen kerja, pengaturan waktu operasional, pengelolaan sumber daya, serta strategi pelayanan pelanggan yang diterapkan. Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga karena memberikan gambaran nyata tentang bagaimana sebuah usaha jasa dapat berjalan secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Selain itu, mahasiswa juga dapat melihat secara langsung bagaimana nilai kedisiplinan, kebersihan, dan tanggung jawab diterapkan dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini, diharapkan mahasiswa Politeknik SCI dapat memperluas wawasan praktis serta mengembangkan pola pikir kewirausahaan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pengalaman yang diperoleh di Laundry Al-Ghozali Lilbanat diharapkan mampu menjadi bekal dalam merancang, mengelola, dan mengembangkan usaha serupa di masa depan, khususnya usaha berbasis layanan yang mengutamakan kualitas, kepercayaan, dan kebermanfaatan sosial. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dan masyarakat dalam upaya membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.***

IKLAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini