
Garisdata.com | Medan, Sumatera Utara,- Kematian seorang mahasiswi di Universitas Negeri Medan berinisial M.A.N (23) yang ditemukan meninggal di kamar indekosnya masih menyisakan tanda tanya. Hingga kini belum dapat dipastikan apakah korban meninggal akibat sakit atau adanya dugaan tindak kekerasan.
Menurut keterangan salah satu anggota keluarga yang ditemui di RS Bhayangkara TK II Medan, pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka memar, Luka tersebut terlihat di bagian bawah ketiak kiri, lutut, hingga pada organ vital yang disebut mengalami pendarahan.
Keluarga juga menilai ada kejanggalan lain dalam peristiwa tersebut. Di dalam kamar kos korban ditemukan ponsel miliknya dalam kondisi rusrk hingga terbelah. Selain itu, terdapat pula bercak darah di area kamar mandi yang menambah kecurigaan pihak keluarga.
Keterangan itu disampaikan berdasarkan informasi dari abang kandung korban yang juga melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Ia menyebut adanya memar di beberapa bagian tubuh serta kondisi ponsel yang rusak menjadi hal yang menimbulkan tanda tanya bagi keluarga.
Ayah korban yang merupakan anggota DPRD Tebing Tinggi berinisial M.N mengatakan pihak keluarga telah membuat laporan resmi kepada polisi. Laporan tersebut dibuat untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian anaknya.
Menurutnya, keluarga ingin mendapatkan kejelasan terkait kejadian tersebut, mengingat korban ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya. Karena itu mereka meminta pihak kepolisian melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Diketahui, korban ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Rela, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan pada Kamis (12/3/2026) malam.
Ayah korban juga mengungkapkan bahwa dua hari sebelum ditemukan meninggal, putrinya sempat mengirim pesan kepada ibunya. Dalam pesan tersebut, korban mengaku sedang mengalami sakit kepala hingga suaranya hilang.
Namun ia tidak menjelaskan secara rinci apakah pesan tersebut dikirim karena korban tidak mengangkat telepon ibunya atau hanya untuk memberitahukan kondisi kesehatannya saat itu. Ia juga menyebut selama ini anaknya tidak memiliki riwayat penyakit serius. (SN)





