MAJALENGKA, GarisData.com — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Umar, menyampaikan apresiasi atas beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah berjalan di Kecamatan Ligung, Desa Gandawesi. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi bagian dari layanan SPPG ini diungkapkannya sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi dan nutrisi bagi peserta didik.

Umar menegaskan bahwa kecukupan gizi bagi anak didik merupakan hal yang wajib dipenuhi, melalui program nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Kami sangat merasa senang karena program ini tidak hanya bermanfaat bagi peserta didik, tetapi juga memberikan kelegaan bagi para orang tua murid. Berdasarkan hasil monitoring yang telah dilakukan berkali-kali, anak-anak sangat antusias dan selalu menantikan sajian makan bergizi setiap harinya,” ujar Umar.

Ia juga memastikan bahwa proses pengolahan makanan di setiap dapur SPPG telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. Seluruh tahapan memasak dilakukan secara higienis dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Dari peninjauan langsung di lokasi dapur, kami melihat bahwa semua langkah produksi makanan sesuai dengan ketentuan yang ada. Hal ini menjadi jaminan bahwa makanan yang diterima oleh peserta didik aman dan memiliki kualitas yang baik,” jelasnya.

Umar berharap seluruh peserta didik di Kabupaten Majalengka, mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP baik negeri maupun swasta, dapat merasakan manfaat program MBG pada tahun ini. Ia menekankan bahwa asupan nutrisi yang memadai sangat penting untuk mendukung perkembangan otak dan pertumbuhan anak-anak di masa depan.

Selain itu, Umar mengaitkan program MBG dengan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pemenuhan gizi sejak usia dini akan berkontribusi pada terbentuknya sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi bonus demografi.

“Mudah-mudahan pada tahun 2045, ketika Indonesia merayakan hari ulang tahun ke-100 kemerdekaan, anak-anak kita saat ini akan tumbuh menjadi generasi produktif yang mampu membawa bangsa ke arah yang lebih baik,” ucapnya.

Menanggapi kondisi sekolah yang belum menerima manfaat program MBG, Umar menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan daya tampung dan jumlah dapur SPPG yang masih dalam tahap pengembangan.

“Penerima manfaat memang masih memiliki batasan saat ini. Proses pemetaan dilakukan oleh BGN dengan memperhatikan jumlah dapur yang sudah beroperasi dan pembangunan dapur yang sedang berlangsung,” jelasnya.

Berdasarkan informasi dari Koordinator SPPG Provinsi Jawa Barat yang bertugas di Majalengka, saat ini terdapat 197 dapur SPPG dengan total penerima manfaat sekitar 307 ribu orang, yang mencakup peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pembagian penerima manfaat disesuaikan dengan kondisi wilayah, termasuk memperhatikan jarak distribusi untuk menjaga kualitas makanan.

Dari 105 dapur yang telah beroperasi, Umar memperkirakan cakupan penerima manfaat di sektor pendidikan telah mencapai sekitar 85 hingga 90 persen. Beberapa wilayah seperti Cikijing dan Cipulus masih belum sepenuhnya terlayani karena keterbatasan fasilitas dapur, khususnya di daerah terpencil.

“Secara umum, untuk sektor pendidikan di Kabupaten Majalengka sudah hampir seluruhnya mendapatkan manfaat dari program ini. Alhamdulillah, hingga saat ini pembagian makan bergizi berjalan lancar dan aman tanpa adanya kejadian yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

IKLAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini