MAJALENGKA,GarisData.com – Jaksa Agung RI, Prof. ST Burhanuddin, membeberkan fakta mengejutkan mengenai kondisi keuangan negara. Ia mengungkapkan adanya puluhan titik kebocoran anggaran negara yang nilainya diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni Rp 250 triliun.
Pernyataan tersebut disampaikan Burhanuddin saat menghadiri peringatan Hari Jadi Majalengka di Pendopo Bupati, Rabu (11/2/2026). Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Menpora Erick Thohir, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Brigjen Pol. Asep Guntur Rahayu.
Dalam sambutannya, Burhanuddin menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap persoalan ini. Berdasarkan data pemerintah, tingkat kebocoran APBN mencapai 30 hingga 35 persen.
“Presiden selalu mengeluh, dari APBN saja sudah ada 30 sampai 35 kebocoran. Ada sekitar Rp 250 triliun yang harus diselamatkan,” ujar Burhanuddin.
Ia menjelaskan bahwa kebocoran tersebut tidak hanya bersumber dari belanja negara, tetapi juga meluas hingga ke sektor pengelolaan sumber daya alam. Terkait tindakan tegas Kejaksaan Agung belakangan ini, Burhanuddin menyebutkan bahwa publikasi uang sitaan hasil korupsi bertujuan sebagai pengingat, bukan untuk ajang pamer.
“Bukan untuk pamer, tapi untuk mengingatkan bahwa masih banyak kebocoran yang harus kita tanggulangi dan benahi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Jaksa Agung menekankan bahwa kunci pemberantasan korupsi terletak pada integritas pimpinan. Ia meyakini jika pucuk pimpinan di setiap level pemerintahan menjaga kebersihan moral, maka jajaran di bawahnya tidak akan berani melakukan penyimpangan.
“Jadilah pimpinan yang bersih. Kalau bupatinya bersih, camat dan kepala dinas tidak akan berani berbuat macam-macam,” tegasnya.
Meski memiliki kedekatan emosional dengan Majalengka sebagai daerah asalnya, Burhanuddin menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan mengintervensi profesionalisme penegakan hukum di wilayah tersebut. Komitmen penyelamatan aset negara tetap menjadi prioritas utama tanpa pandang bulu.***






