PANYABUNGAN, GARISDATA.COM – Masyarakat Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dihebohkan dengan munculnya suhu panas misterius dari lantai dan tiang Masjid Al-Muhajirin dalam tiga hari terakhir.
Pantauan di lokasi menunjukkan hawa panas terkonsentrasi di ruang salat wanita dengan area terdampak mencapai diameter satu meter. Fenomena yang tidak wajar ini sempat memicu kekhawatiran jamaah dan warga sekitar.
Kemunculan anomali suhu ini bertepatan dengan meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Sorik Marapi. Berdasarkan data terbaru per 3 April 2026, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Sorik Marapi pada Level II (Waspada).
Terkait status tersebut, pemerintah telah menetapkan zona larangan aktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari puncak kawah untuk mengantisipasi ancaman semburan lumpur dan gas beracun.
Camat Panyabungan, Miswar Husin Pulungan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah bergerak cepat menangani laporan warga. Saat ini, pihak kecamatan tengah berkoordinasi dengan PVMBG, BPBD, serta PLN untuk memastikan sumber panas tersebut.
“Kami sedang melakukan investigasi teknis untuk memastikan apakah panas ini berasal dari aktivitas geotermal atau murni akibat kebocoran arus listrik di bawah bangunan masjid,” ujar Miswar.
Hingga hasil pemeriksaan teknis keluar, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi isu yang belum jelas kebenarannya. Warga diminta hanya merujuk pada informasi resmi dari kanal pemerintah atau aplikasi MAGMA Indonesia. (SN)






