Garisdata.com | MADINA,SUMUT – Badan Pengurus Anak Yatim Desa Batu Sondat kembali menunjukkan kepedulian nyata dengan menyalurkan santunan bernilai fantastis. Bertempat di Masjid Jami Al Munawwarah, Desa Batu Sondat, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), sebanyak 31 anak yatim dan piatu menerima santunan dengan total mencapai Rp 95.500.000, Jumat (27/2/2026).
Penyaluran yang dilaksanakan usai shalat Jumat ini merupakan hasil pengumpulan dana masyarakat selama satu tahun penuh. Ketua Badan Pengurus Anak Yatim, H. Misbahuddin, menjelaskan bahwa dana tersebut berasal dari program pengutipan beras mingguan (satu tekong per rumah) serta kotak infaq jemaah setiap Jumat.
“Total kas yang terkumpul selama setahun mencapai kurang lebih Rp 98.000.000. Hari ini kita salurkan Rp 95.500.000, sementara sisanya tetap tersimpan di kas untuk kebutuhan mendatang,” ujar H. Misbahuddin.
Santunan diberikan secara bervariasi berdasarkan kategori usia:
- Usia 0-5 Tahun (6 orang): Masing-masing menerima Rp 2.750.000 (Total Rp 16,5 Juta), diserahkan oleh Ketua LPM, Hakimil.
- Usia 6-10 Tahun (11 orang): Masing-masing menerima Rp 3.000.000 (Total Rp 33 Juta), diserahkan oleh Imam Masjid, Mashuddin dan Milzanur Arif.
- Usia 11-15 Tahun (12 orang): Masing-masing menerima Rp 3.250.000 (Total Rp 39 Juta), diserahkan oleh Ketua BKM, M. Faisol dan Ustad Marwan Nasution.
- Yatim Piatu (2 orang): Masing-masing menerima Rp 3.500.000 (Total Rp 7 Juta), diserahkan oleh Ketua BPD, Misdarlis.
Dalam kesempatan tersebut, pengurus juga memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Arlan, petugas yang setiap minggunya berjalan kaki menarik gerobak dari rumah ke rumah untuk mengumpulkan zakat beras dari warga. Dedikasinya dinilai menjadi kunci kelancaran program ini.
Target Tahun Depan
Ketua BPD Desa Batu Sondat, Misdarlis, bersama H. Misbahuddin berharap partisipasi warga terus meningkat. Dengan populasi sekitar 800 Kepala Keluarga (KK), mereka optimis santunan di tahun mendatang bisa mencapai angka Rp 5 juta per anak.
“Cukup menyisihkan satu tekong beras per minggu, dampaknya sangat besar. Semoga tahun depan rezeki kita lebih lapang sehingga santunan untuk anak-anak kita bisa lebih meningkat lagi,” pungkas Misdarlis.
(TIM / HPL)





